Home / Daerah / Hukrim / Internasional / Nasional / News / Pendidikan / Politik / Sosial / Sport

Kamis, 26 Agustus 2021 - 02:48 WIB

2 Fraksi Partai Islam Terima Pertanggung Jawaban Nova, KAMI : “Sungguh Mengecewakan Rakyat”

REDAKSI - Penulis Berita

Banda Aceh – Keputusan 2 Fraksi Partai di DPRA yang dulunya terkenal kritis menerima pertangungjawaban Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2020 tentunya mengejutkan publik. Bagaimana tidak, anggota DPRA dari kedua partai berbasis Islam ini sebelumnya begitu luar biasa dalam membongkar persoalan pemerintah Aceh, bahkan begitu semangat menyuarakan persoalan rakyat ketika hak interpelasi DPRA tahun lalu digulirkan.

 

“Sungguh sangat disayangkan, anggota DPRA dari 2 (dua) fraksi partai berbasis Islam tersebut malah memilih menerima pertanggungjawaban Gubernur tahun anggaran 2020. Hal ini malah membuat publik menilai apa yang disuarakan selama ini hambar dan tak lebih dari sandiwara belaka. Sungguh sangat mengecewakan,” ungkap koordinator Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) Wilayah Aceh, Muhammad Hasbar Kuba kepada media, Rabu (26/08/2021).

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Barat Bangun Sinergi dan Kolaborasi Lintas Stakeholders

 

Menurut Hasbar, sikap anggota DPRA kedua fraksi ini sungguh melukai hati masyarakat Aceh, pasalnya dikala mencuatnya polemik serius pada APBA 2020, mereka malah menunjukkan sikap menerima hal tersebut.

 

“Ini patut dipertanyakan oleh publik, apalagi ada kabar anggota DPRA kedua partai ini mendapat penekanan serius dari partainya sehingga tak berani untuk menyuarakan penolakan terhadap pertanggung jawaban Gubernur. Lantas kenapa anggota DPRA dari Partai tersebut tak seberani 2 anggota DPRA dari PDA yang berani dengan lantang menolak dengan objektif pertanggungjawaban Gubernur dikala fraksinya menerima. Ini juga akan jadi perbandingan di mata rakyat Aceh,”

 

Masih kata Hasbar, dikala fraksi PPP yang dulunya memilih tak mengikuti interpelasi dan kelanjutan angket sadar akan keinginan dan harapan rakyat serta kembali ke jalan yang benar. Dua anggota DPRA partai lainnya justru memilih tidak Istiqomah dengan sikap kritis sebelumnya. “Ini preseden buruk yang akan menjadi catatan hitam di hati rakyat Aceh,”katanya.

Baca Juga :  BMKG : Waspada Terjangan Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering di 2023

 

Menurutnya, mulai dari penggunaan dana refocusing covid-19 yang digunakan untuk kebutuhan diluar penanganan covid-19, banyaknya temuan kebijakan pemerintah Aceh yang menabrak aturan hingga berbagai polemik lainnya menunjukkan sangat pantas wakil rakyat bersuara lantang dan tegas.

 

“Mari kita berdo’a agar wakil rakyat dan partai politik tak berkhianat terhadap harapan rakyat dan dengan mudah dibeli dengan harga murah. Jika ini terjadi, maka akan jadi catatan miris rakyat Aceh ke depannya. Apalagi yang sering terjadi adalah lemahnya pengawasan DPRA sebagai wakil rakyat kerap terjadi karena insiden yang diakibatkan oleh tidak istiqomahnya anggota DPRA dari fraksi tertentu,” tambah Hasbar.

Baca Juga :  Gelar Kunker, Anggota DPR RI Nasir Djamil: Apresiasi Kinerja Mahkamah Syariah Jantho

 

Hasbar menilai pasca preseden buruk di pembahasan pertanggung jawaban Gubernur ini, maka kelanjutan hak angket akan semakin jauh api dari panggang.

 

“Karena 2 fraksi partai yang dulunya inisiator interpelasi dan hak angket sudah lebih memilih menjadi pembela Gubernur, maka kelanjutan hak angket bisa jadi akan sangat sulit terwujud, karena quota yang dulunya kurang 5 orang untuk kelanjutan angket kini sudah berkurang lebih banyak. Intinya rakyat akan kembali diprank oleh sikap tak amanah dan istiqamah para wakilnya,”tutup Hasbar.

Share :

Baca Juga

Sport

Derby Tuan Rumah, Tim Basket Sumut Tundukkan Aceh di GOR Harapan Bangsa

Daerah

Babinsa Koramil 01/Bireuen Laksanakan Komsos Dengan Warga Dusun Sejahtera

Nasional

Kadisdik Aceh Apresiasi Prestasi Siswa SMAN 7 dan SMA Labschool Banda Aceh di Ajang Internasional JDIE 2025 di Jepang

News

Asisten III Sekda Aceh Iskandar: Pemimpin yang Baik, Lahir dari Pengikut yang Baik 

Daerah

PT. ICHII Di Duga Tidak Mengantongi Ijin Pengelolaan Limbah, Masyarakat Meminta Kementerian KLH  Untuk Menindak Tegas

Daerah

PC IMM Aceh Besar Dukung Hakiki sebagai Calon Ketua Umum DPD IMM Aceh

Daerah

Menkumham Yasonna Apresiasi Perlindungan Intelektual di Bali

Daerah

Pj Bupati Aceh Utara Jangan Tutup Mata Sebelah, JARA Minta Pj Bupati Turun Ke Lapangan Sesekali