KSINews, Banda Aceh – Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Aceh (APPPA) menggelar aksi di halaman Kantor Gubernur Aceh, mereka mendesak Pj. Gubernur untuk mencopot Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Senin, (12/12/22).
Hasbar selaku koordinator Aksi dalam orasinya mengatakan bahwa banyak penggunaan anggaran Disdik Aceh yang bersumber dari APBA tidak digunakan tepat sasaran seperti dana pendidikan bagi anak yatim.
“Dinas Pendidikan Aceh memiliki Anggaran terbanyak sekitar 3 Triliun lebih, bahkan nomor 2 setelah Dinas PUPR, tapi Pendidikan Aceh belum melahirkan prestasi yang memuaskan bahkan penggunaannya pun tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Lanjutnya, hal ini sudah pernah di sampaikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dalam RDPU beberapa waktu lalu, terkait manajemen dan penggunaan anggaran Pendidikan Aceh yang tidak tepat guna dan manfaatnya sehingga serta menekanterjadi Silpa.
“Hal tersebut tidak di indahkan oleh Kadisdik Aceh, bahkan seakan-akan mereka mampu, tapi kenyataannya Zonk. Jika hal ini terus dibiarkan, maka prestasi pendidikan Aceh akan terus menurun walaupun pengelolaan anggaran pendidikan begitu banyak, maka kami minta kepada Pj. Gubernur Aceh untuk mencopot Kadisdik Aceh, karena tidak mampu mewujudkan prestasi dan mengelola anggaran pendidikan Aceh yang maksimal,” tegas Hasbar yang akrab di sapa “Dek Boy”.
Hasbar juga menyebutkan, jika Pj. Gubernur tidak merespon dengan bijak tuntutannya, maka kami akan menghadirkan massa yang lebih banyak sampai Kepala Dinas Pendidikan Aceh di copot dari jabatannya, tuturnya.
Di tengah orasi berlangsung, Pemerintah Aceh melalui Biro Kesra Aceh Usamah Elmadni menjumpai aksi massa dan menyampaikan bahwa Pj. Gubernur sedang berada di Jakarta dan Sekda Aceh sedang berada di Bireun.
“Kami mohon maaf kepada rekan-rekan pemuda dan Mahasiswa Aceh, bahwa bapak Pj Gubernur masih di Jakarta dan Sekda Aceh masih di Bireun, jika adek- adek mahasiswa ada point-point tuntutan yang ingin diberikan, kami siap menyampaikan kepada bapak Pj. Gubernur,” ungkapnya.
Namun para pendemo menolak bubar, dan akan melakukan aksi selanjutnya, hingga Pj. Gubernur memenuhi tuntutan mereka.( Efan)




















