Home / Politik

Senin, 21 Oktober 2024 - 13:46 WIB

SAPA Desak Prabowo Subianto Prioritaskan Pemberantasan Korupsi di Aceh

REDAKSI - Penulis Berita

Fauzan Adami Ketua SAPA

Fauzan Adami Ketua SAPA

Aceh – Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia menumbuhkan harapan baru bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk Aceh. Dalam pidato pelantikannya, Prabowo berjanji untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan memberantas korupsi.

Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) menegaskan bahwa semangat memberantas korupsi yang disampaikan oleh Prabowo harus diwujudkan dalam tindakan nyata, karena korupsi adalah kejahatan besar yang merusak cita-cita bangsa dan menghambat kesejahteraan rakyat.

“Kami berharap Presiden Prabowo Subianto membuktikan bahwa ucapannya sesuai dengan tindakannya. Korupsi harus diberantas dengan serius karena dampaknya sangat merusak, terutama bagi masyarakat Aceh yang hingga kini belum merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah secara penuh akibat korupsi pejabat,” kata Ketua SAPA Fauzan Adami. Senin 21 Oktober 2024.

Baca Juga :  Fachrul Razi : Pilkada 2024 Mendatang Potensi Tinggi Politik Uang, Masyarakat Harus Lawan

“Meskipun sekitar Rp100 triliun dana Otonomi Khusus (Otsus) telah disalurkan, Aceh masih berada pada posisi tertinggi kemiskinan di Sumatera. Ini bukti nyata bahwa korupsi telah menghambat pembangunan,” tegas Ketua SAPA tersebut.

Menurutnya, Aceh berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ekonomi masyarakat yang semakin terpuruk, tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatnya kriminalitas dan perceraian adalah bukti nyata dampak korupsi yang dilakukan oleh pejabat. Dana yang seharusnya digunakan untuk mensejahterakan rakyat, justru dimanipulasi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Dukung Penguatan Transisi PAUD-SD bagi Usia Dini

Oleh karena itu, SAPA meminta agar Presiden Prabowo memprioritaskan pemberantasan korupsi di Aceh dan mengusut tuntas kasus-kasus besar yang selama ini belum terselesaikan.

Beberapa kasus dugaan korupsi yang mencuat di Aceh, seperti kasus Kombatan GAM senilai Rp650 miliar, kasus kapal Hebat, proyek multiyears, beasiswa, BRA, wastafel, serta yang terbaru, PON Aceh-Sumut, harus diusut hingga tuntas. Hingga kini, aktor-aktor di balik kasus-kasus tersebut belum tersentuh hukum, termasuk skandal korupsi yang terjadi di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Baca Juga :  DPD Partai Ummat Aceh Selatan Dilantik, Harapan Baru Untuk Pemilu 2024

“Kami mendesak agar dana Otsus Aceh diusut tuntas, dan hukum yang lebih berat diterapkan terhadap pelaku korupsi. Jangan ada lagi ruang bagi pejabat korup untuk merampas hak rakyat. Aceh harus menjadi prioritas dalam upaya pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya,” pinta aktivis Aceh tersebut.

“Presiden Prabowo Subianto harus membuktikan bahwa perkataan sejalan dengan tindakan. Kami berharap, dengan langkah tegas beliau, Aceh dapat terbebas dari belenggu korupsi dan meraih kemerdekaan sejati di bidang ekonomi, sosial, dan politik, sebagaimana cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia,” demikian pinta Ketua SAPA Fauzan Adami.

Share :

Baca Juga

Politik

Fachrul Razi Kembali Dipercaya Pimpin Ketua Pansus RUU Pemda

Politik

Partai Ummat Menjadi Harapan Baru Untuk Mantan Kader PAN Pantai Barat Aceh

Aceh Besar

Kaban Kesbangpol Aceh Besar Bangga, Siswa MOSA Aceh Besar Terpilih Jadi Paskibraka Nasional Perwakilan Aceh

Daerah

Reses II DPRA Hendra Budian,SH Pertemuan dengan Koordinator BPP Se-Kabupaten Bener Meriah

Berita

Aceh Tegaskan Kepemilikan atas Empat Pulau, Tunjukkan Bukti Hukum dan Historis
Feri Rusdiono (Jurnalis Senior)

Politik

Paslon Pilpres Tawaran Dua Opsi 2024

Politik

Saman Hingga Marhaban Warnai Pelantikan Srikandi Gayo Lues sebagai Ketua DPD Partai Ummat

Politik

Politik Yang Jitu Dan Handal, ini Saran Feri Rusdiono Kepada PDIP Usung Capres