Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar menyampaikan pesan penting mengenai akses layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana.
Beliau menekankan bahwa layanan kesehatan harus dibuka seluas-luasnya tanpa adanya hambatan administratif yang memberatkan.
Penegasan ini disampaikan saat Wali Nanggroe menerima kunjungan dari jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada hari Selasa,(03/02/2026), di Meuligoe Wali Nanggroe.
Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menjelaskan bahwa Wali Nanggroe memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan pelayanan kesehatan di Aceh.
Beliau memahami bahwa masyarakat yang baru saja mengalami musibah membutuhkan kemudahan akses layanan kesehatan secara cepat dan efisien.
“Wali Nanggroe sangat peduli terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Beliau ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan secepat dan semudah mungkin.
Akses pelayanan kesehatan harus dibuka luas agar tidak ada masyarakat yang terabaikan,” ujar Zulfikar Idris.
Wali Nanggroe juga menekankan pentingnya langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Hal ini bertujuan agar fasilitas kesehatan tersebut dapat melayani masyarakat secara maksimal, terutama dalam kondisi darurat dan pascabencana.
“Kita perlu memastikan bahwa fasilitas kesehatan kita siap dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, terutama saat mereka sangat membutuhkannya,” tegas Wali Nanggroe.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir jajaran BPJS Kesehatan, di antaranya Dr. Rasinta Ria Ginting, SE., Ak., M.Si., AAAK selaku Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan, Teuku Muhammad Afandy, SKM., MM selaku Kepala Bagian Kepesertaan, serta Rifqah Sesarina dan Elza Fahira Aziz dari Staf humas BPJS kesehstan.(**)
Editor: Redaksi





















