BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Sabri Badruddin ST, MT, melaksanakan Reses I Masa Persidangan II Tahun 2026 sebagai wadah dialog terbuka dengan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan harapan warga, yang akan menjadi landasan utama dalam arah kerja DPRK ke depan.
Berbagai isu penting mengemuka dalam reses ini, mulai dari masalah infrastruktur yang belum memadai, akses terhadap layanan kesehatan yang masih terbatas, hingga persoalan pendidikan dan lapangan kerja.
Sabri Badruddin mencatat dengan teliti setiap masukan yang disampaikan warga, dan berjanji akan memperjuangkannya dalam pembahasan di tingkat DPRK.
“Reses ini bukan hanya sekadar mendengarkan, tapi juga memahami secara mendalam apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Ini adalah kompas bagi kami dalam merumuskan kebijakan yang benar-benar pro-rakyat,” ujar Sabri Badruddin.
Lebih lanjut, Sabri Badruddin menekankan bahwa reses ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang berkelanjutan antara DPRK dan masyarakat.
Ia berharap, dengan adanya dialog yang intensif, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dapat semakin meningkat.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami selalu ada untuk mereka. Kami siap menjadi jembatan yang menghubungkan aspirasi mereka dengan kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Reses Sabri Badruddin ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang konstruktif, yang akan menjadi bahan pertimbangan bagi DPRK Banda Aceh dalam menyusun program kerja dan anggaran daerah.
Dengan demikian, pembangunan Kota Banda Aceh dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh masyarakat.
Sabri Badruddin menegaskan bahwa reses ini bukan sekadar agenda formalitas, tetapi merupakan wujud nyata komitmennya untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat dan memperjuangkan kepentingan mereka.(**)
Editor: Redaksi




















