Home / News / Pendidikan

Kamis, 2 April 2026 - 09:50 WIB

Kadisdik Aceh Tegur SMK Abaikan Praktik, Banyak Alat Terbengkalai

REDAKSI - Penulis Berita

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegur keras sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai mengabaikan praktik lapangan. Teguran itu disampaikan menyusul temuan banyaknya peralatan praktik yang terbengkalai dan jarang digunakan di sekolah.

Temuan tersebut diperoleh langsung saat Murthalamuddin melakukan kunjungan ke sejumlah SMK di berbagai daerah. Ia mengaku tidak puas karena hampir rata-rata sekolah masih belum menjadikan praktik sebagai fokus utama pembelajaran vokasi.

“Banyak alat praktik yang hanya disimpan, tidak digunakan secara maksimal. Ini menandakan siswa tidak cukup mendapat pengalaman praktik,” ujarnya dalam kegiatan Pemanfaatan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi sekolah SMK Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Baca Juga :  Gubernur Mualem Santuni Anak Yatim dan Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1446 Hijriah

Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan tujuan utama SMK sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan lulusan siap kerja. Ia menegaskan bahwa alat praktik seharusnya menjadi sarana utama bagi siswa untuk mengasah keterampilan, bukan sekadar pelengkap administrasi pengadaan.

Dalam forum tersebut, Murthalamuddin juga mengingatkan agar sekolah tidak terjebak pada pola lama yang berorientasi pada belanja barang. Ia menekankan bahwa pemanfaatan anggaran TKD harus difokuskan pada hal yang berdampak langsung terhadap proses belajar siswa.

“Jangan hanya sibuk membeli, tapi lupa memastikan alat itu dipakai. Siswa harus belajar dengan praktik, bukan hanya teori,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua SPS Aceh Hadiri Acara Penobatan UMKM Binaan PEMA

Ia menambahkan, meskipun tambahan anggaran TKD belum mampu sepenuhnya menutup kerugian akibat bencana, penggunaannya tetap harus tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan inti pembelajaran.

Lebih jauh, Murthalamuddin menekankan bahwa SMK memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, jika siswa dibekali keterampilan yang memadai sejak di bangku sekolah, mereka akan lebih siap masuk dunia kerja setelah lulus.

“SMK ini adalah solusi. Kalau anak-anak kita punya skill, mereka bisa langsung bekerja dan mandiri,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara sekolah dan dunia industri perlu terus diperkuat agar keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu bersaing secara profesional.

Baca Juga :  Wali Nanggroe Aceh Tekankan Kemudahan Akses Kesehatan bagi Korban Bencana

Dalam kegiatan yang dihadiri pejabat eselon III dan IV, staf ahli, kepala sekolah, serta guru produktif tersebut, para peserta juga mengikuti diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas di masing-masing jurusan.

Sebagai tindak lanjut, Murthalamuddin menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah yang dinilai tidak mampu meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya dalam penguatan praktik di SMK.

Melalui forum ini, Dinas Pendidikan Aceh menegaskan bahwa TKD 2026 bukan sekadar bantuan anggaran, melainkan instrumen strategis untuk memastikan siswa SMK benar-benar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Nekat Curi HP Warga, Pria Berprofesi Sopir Dibekuk Polisi

Aceh

Wakil Gubernur Aceh Sambut Kedatangan Duta Besar Bahrain di Bandara SIM

Daerah

Back to Basic Pemasyarakatan Kalapas Tondano Laksanakan Deteksi Dini,  Pembersihan Area Beranggang Lapas

News

Ombudsman Mengawasi Penerimaan Anggota Polri

Daerah

Bersama Masyarakat Binaan, Babinsa 07 Jangka Laksanakan Gotong Royong

Aceh

PPPK Guru Dilantik, Pemerintah Aceh Optimis Kualitas Pendidikan Semakin Meningkat

News

Tuanku Muhammad, Anggota DPRK Banda Aceh, Diberikan Apresiasi ELMASUDY DUTA QURAN AWARD atas Kontribusinya dalam Syiar Al-Quran

Pendidikan

Silaturahmi dengan Yayasan Prima Insan, Kapolres Garut: Polisi Sahabat Anak