BANDA ACEH — Suasana ruang pertemuan di Langkawi Hotel, Jalan Syiah Kuala, Kecamatan Kuta Alam, terasa hangat namun penuh harapan, Rabu (28/10/2026). Puluhan warga dari berbagai gampong datang secara langsung untuk menyampaikan keluhan dan harapan mereka kepada Wakil Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Aiyub Bukhari, S.Pd., dalam kegiatan reses anggota dewan.
Bukan hanya soal jalan dan saluran air, warga juga menyuarakan rasa cemas karena belakangan ini sering terjadi pencurian di lingkungan tempat tinggal mereka. Ada meteran air, pompa air, hingga barang‑barang milik warga yang hilang. Salah satu warga bernama Susi meminta agar segera diadvokasi pemasangan kamera pengawas (CCTV) untuk membuat lingkungan kembali aman.
“Kami takut setiap malam. Kami harap ada CCTV agar orang‑orang yang berniat jahat tak berani masuk,” ujar Susi dengan nada cemas.
Selain keamanan, warga juga menyampaikan banyak kebutuhan lain: pembangunan dan perbaikan drainase yang sering menyebabkan genangan air saat hujan, penambahan lampu penerangan jalan di titik‑titik gelap, serta bantuan modal usaha agar ekonomi keluarga bisa lebih baik.
Aiyub Bukhari, politikus Partai Demokrat, mendengarkan satu per satu dengan saksama dan mencatat setiap aspirasi. Ia menjelaskan bahwa reses adalah momen untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah kota.
“Semua suara warga sudah kami catat lengkap. Kami akan sampaikan dan perjuangkan ke dinas‑dinas terkait sesuai kewenangan masing‑masing,” kata Aiyub.
Ia juga mengakui bahwa tidak semua permintaan bisa segera terwujud, karena ada kendala keterbatasan anggaran daerah. Namun ia berjanji tidak akan menyerah. Beberapa usulan dari reses tahun lalu, kata dia, bahkan sudah mulai dikerjakan, terutama pekerjaan infrastruktur lingkungan.
“Kami tidak bisa menjanjikan semuanya selesai sekaligus. Tapi apa yang menjadi keinginan warga akan kami perjuangkan semaksimal mungkin secara bertahap,” tegas Aiyub Bukhari.(**)
Editor: Redaksi























