Home / Pendidikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:49 WIB

Revitalisasi SMK dan SLB di Aceh Dipercepat untuk Pulihkan Pendidikan Pasca Banjir

REDAKSI - Penulis Berita

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Aceh, Dahlawi, S.Kom., M.Si., memberikan arahan kepada peserta Revitalisasi unsur Kepala Sekolah SMK dan SLB dalam proses penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Aceh, Dahlawi, S.Kom., M.Si., memberikan arahan kepada peserta Revitalisasi unsur Kepala Sekolah SMK dan SLB dalam proses penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Banda Aceh – Pemerintah pusat menunjukkan komitmen kuat dalam memulihkan sektor pendidikan di Aceh pasca bencana banjir dengan mempercepat program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Program ini diharapkan tidak hanya memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menggelar kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi sekolah di Banda Aceh pada 28 hingga 31/01/2026.

Baca Juga :  Murid TK Keumala Bhayangkari Aceh Tamiang, Dapat Edukasi Tertib Berlalulintas

Program ini secara khusus menyasar satuan pendidikan yang terdampak bencana, khususnya SMK dan SLB di seluruh Aceh.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dahlawi, S.Kom., M.Si., menegaskan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi momentum penting dan membawa harapan baru bagi pemulihan pendidikan di Aceh.

“Penandatanganan perjanjian kerja sama hari ini menjadi harapan baru untuk bangkitnya pendidikan Aceh.

Baca Juga :  Peringati Nuzulul Quran Tahun 1443 H, Penceramah Sampaikan Hal Ini

Program ini tidak hanya memulihkan sarana pendidikan, tetapi juga akan menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian rakyat Aceh,” ujar Dahlawi, pada Jumat (30/01/2026).

Dahlawi menjelaskan bahwa dampak banjir sebelumnya telah menyebabkan kerusakan pada hampir seluruh SMK dan SLB di Aceh, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.

Kondisi ini berdampak signifikan terhadap proses belajar mengajar serta kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus maupun siswa kejuruan.

Baca Juga :  Mendikdasmen Tinjau dan Pimpin Upacara di Aceh Tamiang Pasca Banjir Besar

Dahlawi menekankan bahwa program revitalisasi ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang terdampak bencana, khususnya dalam sektor pendidikan.

“Revitalisasi ini membawa harapan baru bagi pendidikan Aceh. Dengan program revitalisasi, kami berharap pendidikan di Aceh segera pulih, dan ke depannya pendidikan Aceh akan lebih maju serta setara dengan daerah lainnya di Indonesia,” tegasnya.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

BBPPMPV Gelar Diklat Peningkatan Kompetensi Guru SMK, Disdik Aceh Beri Arahan dan Motivasi

Aceh

Plt Kadisdik Aceh Laporkan Sejumlah Program Strategis kepada Gubernur Aceh Usai Takziah

Pendidikan

Disdik Aceh Dorong Penguasaan Coding untuk Generasi Muda melalui Pelatihan Coding4Future di SSB Pidie

Aceh

Prioritaskan Pendidikan, Kadisdik Aceh Turun Tangan Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Ekonomi

Bangun SDM Aceh, Solusi Bangun Andalas Perluas Akses Pendidikan bagi 5.500 Pelajar

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Sambut Dialog Ideopolitor Muhammadiyah Se-Aceh

Aceh Besar

Ketua Pembina Posyandu Aceh Besar Tekankan Pentingnya Imunisasi

Pendidikan

Puluhan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Dibekali Pelatihan Mendeley