BANDA ACEH — Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, mengingatkan seluruh siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar serta pengorbanan orang tua dan guru dalam mempersiapkan masa depan. Kesungguhan menuntut ilmu menjadi kunci agar generasi muda mampu meraih kesuksesan sekaligus tampil menjadi pemimpin Aceh maupun Indonesia di masa mendatang.
Pesan tersebut disampaikan saat beliau bertindak sebagai Pembina Upacara di lingkungan SMA Negeri 9 Banda Aceh, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Sekolah, sejumlah kepala SMA di sekitar, seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan, serta para siswa-siswi sekolah tersebut.
Dalam amanatnya, Murthalamuddin menegaskan bahwa setiap orang tua senantiasa memikirkan masa depan anak-anaknya dan rela berkorban agar kelak anak-anaknya sukses di berbagai bidang — baik sebagai peneliti, pendakwah, ulama, guru, menteri, maupun profesi lainnya.
“Kesuksesan itu pada akhirnya kalian sendiri yang akan menikmatinya. Orang tua rela berkorban demi masa depan anaknya, sementara guru dan tenaga kependidikan juga terus berjuang mendidik dan membimbing kalian,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ia meminta para siswa memanfaatkan sebaik-baiknya setiap proses pembelajaran. Menurutnya, dunia terus berkembang, sehingga generasi muda wajib bersungguh-sungguh meningkatkan kemampuan dan berani mencita-citakan hal yang tinggi.
“Jangan pernah menyia-nyiakan usaha orang tua dan guru yang mendidik kalian menjadi pribadi terbaik serta harapan bangsa. Kalianlah yang akan menjadi pemimpin Indonesia dan Aceh di kemudian hari,” tegasnya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan aksi peduli lingkungan. Kadisdik Aceh bersama pimpinan sekolah dan para guru menyemaikan ratusan bibit ikan lele di kolam taman sekolah serta menanam pohon mangga di halaman sekolah — langkah nyata menciptakan lingkungan yang asri sekaligus bermanfaat bagi warga sekolah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertemuan antara Kadisdik Aceh dan seluruh dewan guru untuk membahas penguatan kualitas pendidikan serta pembinaan peserta didik ke depannya. (**)
Editor: Redaksi























