Home / Banda Aceh / News / Pemko Banda Aceh

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pemko Banda Aceh Olah Sampah Organik Jadi Kompos untuk Masyarakat Lewat WCP

REDAKSI - Penulis Berita

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, sebelumnya telah meninjau langsung tiga lokasi WCP pada Jumat (2/10/2026).

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, sebelumnya telah meninjau langsung tiga lokasi WCP pada Jumat (2/10/2026).

BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa penanganan masalah persampahan di ibu kota Aceh tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Pernyataan tersebut disampaikannya saat meninjau langsung tiga lokasi Waste Collection Point (WCP) yang beroperasi di Kota Banda Aceh, Jumat (2/10/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wali Kota Illiza melihat langsung kegiatan pemilahan sampah yang dilakukan di masing-masing titik WCP. Ia menyambut baik antusiasme masyarakat yang terlibat aktif, terutama peran strategis kaum perempuan dalam menjalankan sistem pemilahan sampah dari sumbernya.

Baca Juga :  Berikut Isi SE Kemenkes RI Terkait Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan

Di setiap lokasi, sampah rumah tangga dipilah menjadi tiga kategori utama, yaitu sampah organik, sampah nonorganik, dan residu. Sampah organik yang terkumpul kemudian diolah secara mandiri di depo WCP menjadi pupuk kompos, yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan berkebun warga dan kelompok tani di sekitar kawasan tersebut.

Illiza menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan memerlukan partisipasi menyeluruh dari berbagai unsur masyarakat:

“Dengan semangat Banda Aceh Kota Kolaborasi, saya yakin persoalan sampah dapat kita atasi apabila seluruh unsur bergerak bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan dan fasilitas, masyarakat membangun budaya disiplin, dunia usaha berpartisipasi, dan komunitas menjadi penggerak di lapangan,” ujar Illiza.

Baca Juga :  KaPPh Gelar Raker 2023, secara perdana Dan silaturahmi seluruh pengurus lembaga

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari berkurangnya volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk mengurangi, memilah, dan memanfaatkan sampah sejak dari rumah masing-masing.

Program pengolahan sampah organik menjadi kompos di fasilitas WCP bukan sekadar upaya mengurangi tumpukan sampah, melainkan menciptakan nilai ekonomi dan ekologis dari apa yang selama ini dianggap limbah. Kompos yang dihasilkan telah dimanfaatkan oleh Kelompok Wanita Tani dan warga sekitar untuk menyuburkan kebun gampong dan lahan pertanian warga.

Baca Juga :  Deal! Energi Mega (ENRG) Pasok Gas ke PIM dan Masuk IMIA

Diharapkan, kesadaran untuk memilah sampah dari rumah tangga terus tumbuh dan meluas di seluruh penjuru Kota Banda Aceh. Dengan partisipasi yang semakin luas, Banda Aceh bukan hanya menjadi kota yang bersih dan rapi, tetapi juga kota yang hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Kapolda Aceh Terima Silaturahmi BPKP Perwakilan Aceh, Perkuat Sinergi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

News

Sardiman Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan

News

Murthalamuddin Ajak Guru Menulis: “Bahasa Bisa Menggerakkan Bangsa

Agama

Dinas Syariat Islam Aceh Ikuti Rakor Pelaksanaan Nilai-nilai Adat dan Syariat Islam di Sekretariat Wali Nanggroe

Aceh

Dinas Syariat Islam Aceh Gelar Penyerahan SK PPPK Formasi 2024 Tahap II

News

SELAMAT HUT KE-24 NAGAN RAYA!” – KETUA DPRA ZULFADHLI: NAGAN RAYA JADI PENGGERAK EKONOMI ACEH!

News

Warga Ulee Kareng Dianiaya Hingga Telinga Putus, Polisi Ringkus Pelaku

Aceh Besar

Ketua TP PKK Aceh Besar Hadiri Rakernas X PKK 2025 di Samarinda