Home / Nasional

Senin, 30 Mei 2022 - 19:42 WIB

Pembelian Alkes Lokal Jadi Modal Utama Tingkatkan Kualitas Produk

REDAKSI - Penulis Berita

Jakarta – Business Matching (BM) tahap I, II dan III menjadi upaya pemerintah meningkatkan pembelian produk dalam negeri di antaranya adalah alat kesehatan (alkes), sehingga tidak tergantung dari barang impor.

Perwakilan Rantai Pasok Sektor Kesehatan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Asep Adipurna, menegaskan yang dibutuhkan oleh sektor alat kesehatan dalam rantai pasok, utamanya adalah membeli dulu produk lokal.

“Saya pikir BM I, II dan III momentum yang ingin kami gunakan. Itu sudah pas. Tolong beri dukungan bahwa user pengguna mau membeli dulu produk dalam negeri,” kata Asep pada acara Business Matching Tahap III dengan tema “Peran Rantai Pasok dalam Negeri untuk Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Menurut dia, dukungan Pemerintah dengan membeli alkes dalam negeri di tingkat nasional dan daerah bisa menjadi tahap awal untuk meningkatkan kualitas produk lokal.

Ia mengakui jika kualitas produk alkes lokal yang baru dibuat, pastinya akan berbeda dengan produk impor yang sudah punya pengalaman.

“Jaminan pembelian barang produk dalam negeri belum selesai. Itu hanya baru tahap awal. Kami akui produk yang baru kami buat dibandingkan produk impor yang sudah punya pengalaman memproduksi sesuatu. Mereka sudah memulai lebih dulu dan tingkatnya lebih dulu pasti punya kualitas yang lebih baik,” terang dia.

Namun demikian, dengan membeli produk lokal itu sudah memberikan kesempatan produsen dan UMK lokal bisa melakukan riset development pengembangan produknya.

Setelah dibeli, jelas dia, akan dilakukan evaluasi dan riset development. Dengan begitu, produsen mempunyai kesempatan untuk bisa meningkatkan kualitas produknya berstandar internasional.

Menurut dia, para pelaku UKM pun mempunyai semangat yang tinggi agar produknya bisa berstandar internasional.

Secara perusahaan, kata Asep, pihaknya mendukung sektor alat kesehatan khususnya dalam keamanan (safety) sarana dan prasarana terkait proses kalibrasi alat kesehatan.

Untuk kesehatan pasien, terang Asep, setiap tahun alat kesehatan tersebut harus dilakukan kalibrasi dan maintenance. Alat-alat tersebut masih berasal dari Amerika, Kanada, Inggris dan Tiongkok.

Namun pada 2021, perusahaan lokal sudah bisa membuat alat kesehatan untuk level di Puskesmas.

Secara analogi, jelas dia, sebagai perusahaan tentu bisa dijadikan contoh perusahaan lokal yang sedang bertranformasi dari UKM importir, menjadi ingin memproduksi sendiri di dalam negeri.(inp*)

Share :

Baca Juga

Nasional

BPKK DPP PKS Bertemu KPPG Golkar, Bahas Isu Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga

Nasional

Transaksi Riyal di BSI Naik 57,18% Pada Musim Haji 2024

Nasional

Inilah Para Pemenang Lomba MTQ Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-59

Nasional

Tingkatkan Sinergi Bersama Mitra, PT.PIM Gelar Vendor Gathering

Nasional

Optimalkan Digitalisasi, PLN Hemat Rp10,85 Triliun

Nasional

Lihat Bagusnya Karya WBP, Menkumham Upayakan Cari Pasar

Aceh

5 Nelayan Aceh dari Thailand telah tiba di Bandara Kualanamu Medan

Nasional

Setwapres Mantapkan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Untuk Capai Target Turun 14 Persen 2024