Home / Daerah

Senin, 5 September 2022 - 22:10 WIB

Tindak Lanjuti Laporan WALHI dan Rekomendasi FAKAM DPRK Simeulue, Mantan Dirut PT ALS Hentikan Operasional AMP

REDAKSI - Penulis Berita

SIMEULUE – Mantan Direktur Cabang PT Aceh Lintas Sumatera (ALS) Kabupaten Simeulue, Saiful Anwar menghentikan operasional pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP) PT. ALS yang berlokasi di desa Serafon Kecamatan Alafan Kabupaten setempat.

Penghentian operasi AMP Serafon sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan dibuat dan ditandatanganinya di depan Notaris dilakukan oleh Saiful Anwar karena seluruh administrasi dan perizinan pendirian AMP di Serafon tersebut atas nama dia.

“Karena seluruh administrasi perizinan pendirian pabrik AMP Serafon atas nama saya, maka dengan ini saya tutup, apabila pabrik masih beroperasi dan dokumen AMP Serafon masih atas nama saya, dengan ini saya tegaskan bukan lagi menjadi tanggung jawab saya secara hukum,” kata Saiful Anwar Kepada Wartawan di Banda Aceh, Senin (4/9/2022).

Baca Juga :  SLB TNCC Gelar Pemilihan Pengurus OSIS Periode 2022/2023

Alasan penghentian operasional AMP tersebut dirincikan Saiful atau yang akrab disapa Pul SM ini, pertama karena pendirian AMP di desa Serafon tersebut bertentangan dangan UU no 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-P/pulau Kecil dan Peraturan Menteri Kelautan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penghitungan Batas Sempadan Pantai.

 

 

“Alasan pertama kita menghentikan operasional tersebut karena merespon laporan Walhi ke Polda Aceh sebab pendirian AMP itu bertentangan dengan hukum,” sambungnya.

Kemudian, disebutkan Pul SM, pihak Walhi sudah menyurati Pemerintah Kabupaten Simeulue agar Pemkab Simeulue segera menghentikan operasional AMP PT ALS di serafon.

Baca Juga :  Kapolres Bener Meriah Fasiilitasi Perdamaian Antar Warga yang Berselisih Paham

“Makanya, sebelum kita disuruh menghentikan, kita harus hentikan terlebih dahulu opersional AMP itu, sehingga kita tidak disebut melanggar hukum,” sambung Saiful.

Alasan kedua, papar Pul SM, merespon rekomendasi Fraksi FAKAM DPRK Simeulue yang selanjutnya nantinya diterbitkan Rekomendasi dari Ketua DPRK tentang penutupan AMP Serafon tersebut.

Lebih jauh dijelaskan Saiful Anwar, alasan terakhir penghentian AMP itu karena dia sudah tak lagi menjabat sebagai kuasa Direktur Cabang PT. ALS di Kabupaten Simeulue, sehingga agar jangan terbawa-bawa namanya ke ranah hukum nantinya, dia lebih dahulu menyatakan penghentian operasionalnya.

Baca Juga :  Ketua YARA Safaruddin Kecewa Karena Banyak Orang Aceh Tersesat dalam Terang

“Saya sudah tak lagi menjabat sebagai kuasa Direktur Cabang PT. ALS di Simeulue, maka dengan demikian apabila setelah saya nyatakan penghentian operasi, ternyata AMP itu masih berjalan beroperasi, maka bukan lagi menjadi tanggungjawab saya,” ungkap Pul SM.

IMB Pabrik AMP Sudah Mati

Selanjutnya, setelah diteliti hariandaerah.com, dokumen perizinan pendirian AMP PT. ALS tersebut berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah tidak berlaku lagi (mati) sejak bulan Januari 2021.

Disinggung mengenai kegiatan pengaspalan yang dilakukan PT ALS setelah matinya IMB tersebut, Saiful Anwar enggan berkomentar, karena untuk menjawab itu bukan wewenangnya, tetapi wewenang pemberi pekerjaan.

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemerintah Aceh Serahkan Bukti Kepemilikian 4 Pulau yang Diklaim Sumut

Daerah

Keseruan Turnamen Futsal Antar Warga Binaan Di Lapas IDI

Daerah

Dengan Patroli Dialogis, Tampak Sekali Kedekatan Personil Polsek Air Besar Dengan Masyarakat

Daerah

Sejumlah PJU Polda Aceh Dirotasi, Kombes Winardy Jabat Dirreskrimsus

Daerah

Kunjungan Kadivpas Kemenkumham Sulut ke Lapas Kelas IIB Tondano

Daerah

Polda Aceh : Jumlah Imigran Rohingya yang Terdampar di Lamnga 184 Orang

Daerah

BNPB Berikan Bantuan guna Penanganan Banjir di Makassar

Daerah

Warga Desa Tenguwe, Menyerahkan Senpi Rakitan Tanpa Izin Ke Kapolsek Air Besar Landak