Home / Pemerintah

Jumat, 23 Desember 2022 - 19:50 WIB

Gubernur Jabar Dampingi Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi

REDAKSI - Penulis Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Kunker Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam rangka Peresmian Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jumat (23/12/22)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Kunker Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam rangka Peresmian Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jumat (23/12/22)

KSINews, Kabupaten Bogor – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden RI Joko Widodo meresmikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jumat (23/12/2022).

Bendungan ini dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir di DKI Jakarta. Diprediksi bisa mengurangi banjir di wilayah Jakarta, khususnya di 12 kelurahan.

Menurut Presiden Jokowi, daya tampung bendungan kering yang menghabiskan anggaran sekitar Rp1,3 triliun ini bisa mereduksi jutaan meter kubik air yang mengalir dari hulu Sungai Ciliwung yang berada di wilayah Bogor, hingga hilirnya di Jakarta.

“Dengan dua bendungan ini, setidaknya 12 kelurahan di Jakarta tidak ada banjir lagi. Di sini ada Gubernur Jawa Barat dan DKI Jakarta. Saya minta dua gubernur ini fokus pada penyelesaian ini, termasuk normalisasi Sungai Ciliwung,” kata Presiden.

Baca Juga :  Tanggapi Permohonan Maaf PM Belanda, Wapres: Tunggu Pengajuan Resmi kepada Pemerintah

Hadir dalam peresmian, selain Gubernur Ridwan Kamil, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Dengan diresmikannya bendungan tersebut, Presiden Jokowi meminta Penjabat Gubenur DKI Jakarta dan Gubernur Jabar untuk menuntaskan masalah yang berkaitan dengan banjir di Jakarta secara konsisten.

Bendungan Ciawi dan Sukamahi merupakan bendungan kering mulai dibangun tahun 2016. Bendungan tersebut bisa menampung kurang lebih 6,05 juta meter kubik air.

“Ciawi dan Sukamahi mereduksi dari 464 juta meter kubik menjadi 318 juta meter kubik, kurang lebih nanti 12 kelurahan menjadi tidak terdampak lagi karena ada Waduk Ciawi dan Sukamahi ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Tantangan Bangsa Hadapi Radikalisme, Wapres: Teroris Itu Bukan Islam 

Presiden mengatakan pula masih ada pekerjaan rumah lain, selain bendungan kering sebagai pengendali banjir Jakarta, di antaranya normalisasi 13 sungai yang ada di Jakarta, sodetan Ciliwung menuju Banjir Kanal Timur (BKT), tanggul laut/ _giant sea wall_ serta pengelolaan pompa-pompa yang ada dengan manajemen yang lebih baik.

“Problem besar DKI sejak dulu adalah tiga hal, yakni banjir, macet, dan tata ruang. Sekarang kita di sini akan berbicara mengenai urusan banjir. Banjir di Jakarta itu siapapun gubernurnya harus konsisten menyelesaikan normalisasi 13 sungai yang ada di Jakarta. Kemudian manajemen pemompaan waduk-waduk yang ada di Jakarta, dan yang ketiga, tanggul laut atau yang lebih gede lagi, _giant sea wall_ ,” jelasnya.

Baca Juga :  Tanggapi Permohonan Maaf PM Belanda, Wapres: Tunggu Pengajuan Resmi kepada Pemerintah

Tiga permasalahan tersebut harus dapat diselesaikan jika ingin mengendalikan banjir di Jakarta. Jika ketiga permasalahan tersebut tak ditangani, ia menilai sampai kapanpun Jakarta akan selalu banjir.

“Siapapun gubernurnya harus konsisten menyelesaikan tadi yang saya sampaikan karena masterplan sudah jelas di Bappeda DKI ada, di Kementerian PUPR juga ada, dan sodetan Ciliwung menuju ke BKT itu juga harus segera di selesaikan,” ujar Presiden.

Selanjutnya terkait akan dijadikannya bendungan ini sebagai objek wisata baru, Presiden Jokowi menilai dari segi arsitektural kawasan Bendungan Ciawi dan Sukamahi sangat bagus untuk dijadikan objek wisata.

“Kalau melihat arsitekturalnya sangat bagus baik Ciawi maupun Sukamahi jika dua-duanya akan dipakai untuk wisata,” ungkap Presiden.[]

Editor: DIMA/ATIN

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Sekda Pantau Langsung Kantor Camat Sukamakmur Pukul 09.00 WIB, Yang Ada Hanya Satu Tenaga Kontrak

Pemerintah

Laporan Kinerja Terakhir Iswanto dan Standing Ovation Evaluator Itjen Kemendagri

Pemerintah

Mendagri Terbitkan Inmendagri 53/2022 terkait Percabutan PPKM

Aceh Besar

Wakili Pj, Sekda Aceh Besar Hadiri Acara Zoom Meeting Komunikasi Sosial

Pemerintah

Kemenkumham Hadir Untuk Masyarakat Kurang Mampu Yang Berhadapan Dengan Hukum

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Sukses Naikkan Indeks Pembangunan Manusia

Pemerintah

14 UMKM Ketapang Diseleksi Pada Lomba Kompetisi Usaha Rakyat Ramah Iklim

Pemerintah

Menyambut Hari Bhakti Imigrasi Ke 73, Layanan Paspor Simpatik Dibuka Untuk Umum