Home / Advertorial

Rabu, 24 Januari 2024 - 22:57 WIB

DPKA Raih Predikat Sangat Memuaskan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik

REDAKSI - Penulis Berita

Kepala Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Aceh, Dr Edi Yandra

Kepala Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Aceh, Dr Edi Yandra

KSINews, Banda Aceh — Mengawali tahun 2024, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Aceh (DPKA) kembali mengukir prestasi di tingkat Nasional.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Aceh berhasil meraih predikat AA (Sangat Memuaskan) dalam rangka pengawasan Pengelolaan Arsip Elektronik sebagai indeks Tingkat Digitalisasi Arsip dalam Evaluasi PelaksanaanReformasi Birokrasi.

Predikat sangat baik yang diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh ini diberikan oleh ANRI dan tertuang dalam pengumuman Nomor B-AK.01.00/6184/2023 Tentang Hasil Pengawasan Kearsipan Nasional pada 2023.

Kepala Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Aceh, Dr Edi Yandra, mengatakan, pihaknya selama ini terus konsen dalam hal perbaikan dan kemajuan di bidang arsip dengan beberapa program, salah satunya seperti peluncuran aplikasi pencarian arsip Aceh.

Baca Juga :  Syukuran Akkhir Tahun, PT Pupuk Iskandar Muda Santuni Anak Yatim dan Do'a Bersama

“Kita juga terus enjalin kerja sama dengan SKPA, agar arsip – arsip SKPA yang telah mencapai masanya untuk kita akusisi dan kita simpan di depo kita,” ujarnya, Rabu (24/01/2024).

Pengunjung yang didominasi mahasiswa ramai mengunjungi Perpustakaan Aceh.

Lebih lanjut Dr. Edi Yandra menambahkan diawal tahun kemaren Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh telah mengakusisi 1.551 berkas arsip milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh.

Baca Juga :  Bupati Bireuen Sambut Presiden MTC Indonesia Di Pendopo

Selain itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh juga meraih predikat sangat baik dalam Penilaian Hasil pengawasan kearsipan eksternal dan verifikasi hasil pengawasan kearsipan internal Tahun 2023 pada Pemerintah Aceh yang dilaksanakan oleh Tim Pengawasan Kearsipan ANRI.

Sementara itu, Plt Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Imam Gunarto dalam surat pengumuman hasil pengawasan kearsipan tahun 2023 yang diterima Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Aceh menyampaikan apresiasi terhadap prestasi tersebut.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh yang telah melaksanakan pengawasan kearsipan terhadap seluruh kabupaten/kota se Provinsi Aceh,” katanya.

Mengingat pengawasan kearsipan internal memiliki dampak yang sangat strategis dalam mendorong perangkat daerah mewujudkan akuntabilitas kinerja, Ia meminta Pj Gubernur beserta jajaran mendorong Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Aceh untuk melaksanakan pengawasan kearsipan internal.

Baca Juga :  LSM GMBI Distrik Sumedang, Gelar Acara Capacity Building Digital Banking Dalam Mendukung Pemberdayaan Perempuan Melalui UMKM

Pada tahun 2023 ANRI juga melaksanakan pengawasan Pengelolaan Arsip Elektronik sebagai indeks Tingkat Digitalisasi Arsip dalam Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB General) berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 3 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2020 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2020-2024 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 9 Tahun 2023 tentang Reformasi Birokrasi.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Menanti Waktu Berbuka Sambil Baca Buku di Perpustakaan Aceh

Advertorial

Ruangan Diorama Arsip Aceh, Sarana Pendidikan Sejarah bagi Generasi Aceh

Advertorial

Dongkrak Kunjungan Santri, DPKA “Sulap” Perpustakaan Jadi Lokasi Wisata Religi

Advertorial

155 Hari Pelaksanaan Vaksinasi Massal Tahap Kedua, Sebanyak 94.023 Orang Dilaporkan telah Divaksin Covid-19

Advertorial

Kawasan Kumuh Yang di Sulap Jadi Pantai Indah Oleh Pemerintah Aceh Itu di Beri Nama Pantai Jagu

Advertorial

Taqwaddin; Perlunya Hakim Ad Hoc Jinayah di Aceh

Advertorial

PKS akan Berikan Teknologi untuk Petani dan Nelayan Tingkatkan Kesejahteraan

Advertorial

Kadisbudpar Aceh dan Pj Walkot Sabang Diskusi dengan Pelaku Perjalanan Pariwisata, Ini Isinya