Banda Aceh – Dinas Syariat Islam Aceh menyambut kunjungan dan pertemuan kerja sama dengan pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) di Aula Dinas Syariat Islam Aceh, Jalan Sultan Alauddin Mahmud Syah, Banda Aceh (22/01/2026).
Pertemuan yang berlangsung pada hari Jumat pagi tersebut diwakili langsung oleh Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh, Bapak Marzuki, S. Ag., M.H., yang mewakili Kepala Dinas Syariat Islam Aceh.
Hadir dalam kesempatan tersebut, tim perwakilan BSI yang dipimpin oleh Kepala Cabang BSI Kota Banda Aceh menyampaikan tujuan utama kunjungan mereka, yaitu membangun sinergi yang kuat dalam pengembangan literasi perbankan syariah serta memperkenalkan rangkaian solusi perbankan syariah yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan finansial aparatur negara di Provinsi Aceh.
“Kami melihat bahwa aparatur negara sebagai ujung tombak pelayanan publik memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, sehingga kebutuhan akan manajemen keuangan yang baik dan sesuai prinsip syariah menjadi sangat krusial,” ujar perwakilan BSI dalam paparannya. Beberapa solusi yang diperkenalkan meliputi rekening giro dan tabungan syariah khusus untuk pegawai negeri, program pembiayaan untuk keperluan pribadi maupun usaha kecil menengah (UKM) yang dijalankan oleh aparatur, serta produk proteksi keuangan berbasis prinsip syariah.
Dalam sambutannya, Bapak Marzuki, S. Ag., M.H., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah proaktif yang dilakukan oleh BSI. “Langkah kolaborasi ini sangat diharapkan dapat memberikan wawasan baru terkait tata kelola finansial yang lebih baik, sesuai dengan nilai-nilai syariah yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Aceh.
Kami berharap seluruh pegawai di lingkungan Dinas Syariat Islam Aceh dapat mengambil manfaat maksimal dari program dan solusi yang ditawarkan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pribadi sekaligus mendukung efektivitas pelaksanaan tugas pemerintah,” jelasnya.
Selain pembahasan terkait produk dan layanan perbankan, kedua pihak juga membahas rencana kerja sama berkelanjutan, termasuk penyelenggaraan pelatihan literasi keuangan syariah secara berkala untuk pegawai Dinas Syariat Islam Aceh, serta kemungkinan pengembangan program khusus yang mengintegrasikan prinsip syariat Islam dengan manajemen keuangan publik.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang produktif dan berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan aparatur negara namun juga berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di Provinsi Aceh.
Kedua pihak sepakat untuk segera menyusun kerjasama secara tertulis dalam waktu dekat untuk mengoperasionalisasikan berbagai program yang telah disepakati.(**)
Editor: Redaksi






















