Aceh – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh menggelar kegiatan Review Kurikulum Program Studi pada Senin, (26/01/2026), sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan mutu akademik dan menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan zaman serta kebijakan pendidikan tinggi terkini.
Kegiatan penting ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yaitu Dr. Agustin Hanapi dan Dr. Chairul Fahmi.
Keduanya memberikan pemaparan komprehensif mengenai pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education/OBE), integrasi nilai-nilai keislaman, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dr. Agustin Hanapi menekankan urgensi penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan regulasi pendidikan tinggi.
Menurutnya, kurikulum tidak boleh hanya berorientasi pada materi semata, tetapi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan karakter keislaman yang kuat.
Dr. Chairul Fahmi menyoroti aspek kesesuaian kurikulum dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti).
Ia juga mendorong agar kurikulum program studi di STISNU Aceh mampu merespons kebutuhan masyarakat Aceh, khususnya dalam bidang syariah dan hukum Islam, sehingga lulusan STISNU dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Kegiatan review kurikulum ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, ketua program studi, dosen, serta tim pengembang kurikulum STISNU Aceh.
Diskusi berlangsung secara aktif dengan berbagai masukan konstruktif demi penyempurnaan kurikulum program studi. Para peserta antusias memberikan ide dan gagasan untuk meningkatkan kualitas kurikulum agar lebih relevan dan aplikatif.
Dr. Muhammad Yasir, MA dalam sambutannya mengatakan melalui kegiatan ini, STISNU Aceh berharap dapat menghasilkan kurikulum yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing, serta mampu mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat.(**)
Editor: Redaksi





















