Home / Uncategorized

Minggu, 15 Februari 2026 - 00:01 WIB

Peringatan Arakundo ke-27, Wali Nanggroe Tekankan Pentingnya Memanusiakan Manusia

REDAKSI - Penulis Berita

Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar

Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar

Aceh Timur – Dalam peringatan ke-27 Tragedi Idi Cut–Arakundo, Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menghilangkan kebencian dari dalam dada dan terus menjaga kehormatan sebagai bangsa yang beradat dan bermartabat.

Pesan ini menjadi inti dari acara peringatan yang berlangsung khidmat di Lapangan Sepak Bola Darul Aman, Sabtu (14/2/2026).

Pesan tertulis Wali Nanggroe dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Aceh, Tengku Rusydi Mukhtar, di hadapan keluarga korban, tokoh masyarakat, ulama, pemuda, serta unsur pemerintahan yang hadir untuk mengenang peristiwa kelam 3 Februari 1999.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Ikuti Webinar Pemantapan Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2024

Suasana haru dan khidmat terasa saat pesan tersebut disampaikan, mengingatkan semua yang hadir akan pentingnya rekonsiliasi dan perdamaian.

Dalam pesannya, Wali Nanggroe menekankan bahwa masa lalu yang pahit harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh rakyat Aceh. “Hilangkan kebencian dari dada orang Aceh.

Baca Juga :  Pulangkan Jamaah yang Terlantar, Pemkab Aceh Barat Berikan Apresiasi kepada IKAMABAR

Kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi kehormatan dan nilai kemanusiaan,” demikian kutipan pesan yang dibacakan, yang disambut dengan anggukan kepala dan tatapan penuh harapan dari para hadirin.

Wali Nanggroe juga mengingatkan bahwa manusia dilahirkan untuk menjaga keseimbangan, bukan hanya hubungan antarsesama, tetapi juga dengan alam semesta. Menurutnya, keseimbangan adalah kunci kedamaian yang hakiki.

Baca Juga :  Keren! Tiga Agenda Wisata Aceh Masuk Kharisma Event Nusantara 2022

Ketika manusia merusak keseimbangan, baik melalui kekerasan maupun keserakahan, maka penderitaan akan menjadi akibat yang tak terhindarkan.

Lebih lanjut, Wali Nanggroe menekankan pentingnya memanusiakan manusia. Setiap insan, katanya, memiliki martabat yang harus dihormati tanpa memandang latar belakang apa pun.

“Dengan alasan apa pun, ke depan jangan ada lagi kekerasan di Aceh” ujar nya.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bupati Abdya Dapat Penghargaan Man Of The Year Anugerah TIMES Indonesia

Uncategorized

Ketua Banleg DPRA Minta Kemendagri Tuntaskan Fasilitasi Raqan Pertambangan Migas di Aceh

Uncategorized

Bank Aceh Salurkan Zakat Karyawan Rp2,2 Miliar

Uncategorized

Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat Gelar Upacara Hari Bhakti Imigrasi ke-73

Uncategorized

Polda Jatim Berhasil Tekan Angka Kriminal Melalui Operasi Sikat Semeru 2024

Uncategorized

Diskop Aceh Lakukan Sosialisasi Entrepreneur Bagi Pelaku Usaha pemula.

Uncategorized

Keren! Tiga Agenda Wisata Aceh Masuk Kharisma Event Nusantara 2022

Uncategorized

Mewakili Kapolda,Dua PJU Polda Aceh Hadiri Pelantikan Rektor USK Prof. Mirza Tabrani