Aceh Besar – Ketua Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA, menyatakan bahwa penanganan pasca bencana hidrometeorologi di Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hal ini disampaikan dalam acara media gathering di Hotel The Pade, Aceh Besar, Selasa (7/4/2026).
Menurut Safrizal, dari 519 titik sasaran pembersihan, 480 lokasi sudah selesai ditangani. Akses jalan nasional juga sudah 100 persen dapat dilalui sejak 25 Januari lalu.
Saat ini, fokus utama adalah pembersihan lingkungan permukiman, fasilitas umum, serta normalisasi saluran air dan drainase.
Pemerintah juga tengah menyiapkan Rencana Induk (Masterplan) penanganan bencana Aceh yang saat ini menunggu pengesahan melalui Keputusan Presiden (Keppres).
Untuk mencegah terulangnya bencana serupa, pemerintah merancang solusi permanen seperti pembangunan sabo dam, kolam retensi, dan perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Total kebutuhan dana untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi diproyeksikan mencapai Rp200 triliun.
Safrizal menegaskan bahwa validasi data penerima manfaat terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran.
Terkait pembiayaan, Safrizal memaparkan bahwa total kebutuhan dana untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 triliun. Angka tersebut mencakup perbaikan infrastruktur rusak berat hingga pembangunan sistem mitigasi bencana.
Safrizal menegaskan bahwa validasi data penerima manfaat terus dilakukan agar bantuan dan pembangunan dapat tepat sasaran. Ia juga meminta doa dan dukungan seluruh pihak agar seluruh program dapat berjalan lancar sesuai target waktu.
“Data ini bersifat dinamis, kami akan terus memperbarui informasi setiap harinya sesuai kondisi riil di lapangan,” tutup Safrizal.(**)
Editor: Redaksi





















