BATAM — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Sumatra yang berlangsung di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).
Dalam forum strategis yang mempertemukan pimpinan daerah se-Sumatra tersebut, politisi yang akrab disapa Abang Samalanga ini menegaskan pentingnya membangun sinergi nyata antarprovinsi, khususnya dalam mendorong percepatan konektivitas infrastruktur dan iklim investasi di Aceh.
Acara bergengsi ini dibuka secara resmi dan dihadiri langsung oleh Menko Polhukam Djamari Chaniago, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta jajaran pejabat tinggi kementerian. Ketua DPRA hadir bersama delegasi Aceh yang meliputi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta unsur pimpinan Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh, dan Kejati Aceh.
Dorong Konektivitas Tol Trans Sumatra dan Jalur Logistik
Usai pembukaan acara, Zulfadhli menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur terintegrasi sebagai kunci utama penggerak roda ekonomi di Pulau Sumatra. Secara khusus, ia mendesak agar konektivitas jaringan jalan tol dan jalur logistik ke Aceh segera dituntaskan.
“Forum Forkopimda ini sangat penting untuk mempercepat konektivitas infrastruktur, seperti kelanjutan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) serta optimalisasi jalur logistik laut dan udara. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan jasa ke Aceh,” ujar Zulfadhli.
Ia menambahkan, potensi besar yang dimiliki 10 provinsi di Pulau Sumatra hanya bisa dioptimalkan jika seluruh daerah memperkuat kerja sama di sektor ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga investasi.
Aceh Siap Tarik Investasi Asing via Kerjasama IMT-GT
Sebagai pintu gerbang paling barat Indonesia, Zulfadhli menilai Aceh memiliki posisi geopolitik yang sangat strategis untuk menarik investasi dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand melalui kerangka Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Kehadiran aktif pimpinan legislatif dan eksekutif Aceh dalam forum ini, tegasnya, merupakan sinyal kuat kesiapan daerah dalam menyelaraskan regulasi investasi.
“Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan langkah-langkah nyata agar sinergitas ini berwujud dalam bentuk kerja sama yang konkret. Tentu, hal tersebut memerlukan dukungan yang optimal dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Stabilitas Keamanan Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi
Lebih lanjut, Zulfadhli menyambut baik keterlibatan unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam Rakor Forkopimda ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang pesat tidak akan pernah terwujud tanpa adanya jaminan stabilitas keamanan dan kepastian hukum.
“Pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari stabilitas keamanan. Koordinasi lintas sektoral ini penting untuk mengantisipasi potensi kerawanan, penegakan hukum yang berkeadilan, serta menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif di Aceh maupun regional Sumatra,” pungkas Zulfadhli.(**)
Editor: Redaksi
























