BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan gerbong peradaban dan agen perubahan yang membangun masa depan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Murthalamuddin saat memberikan sambutan mewakili Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, pada acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang digelar di Aula Fatih Bilingual School Teuku Nyak Arif, Banda Aceh, Selasa (03/11/2026) .
“Pendidikan adalah gerbong peradaban. Tidak ada orang yang tiba-tiba bisa menciptakan telepon atau HP, tiba-tiba bisa membaca. Semua itu adalah proses daripada pendidikan,” ujar Murthalamuddin.
Ia menekankan, berbagai kemajuan yang dinikmati manusia hari ini tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang pendidikan, ilmu pengetahuan, kreativitas, dan intelektualitas manusia.
Oleh karena itu, menurutnya, pendidikan harus mampu membangun tiga aspek utama secara seimbang: pengetahuan, keterampilan, dan sikap, agar melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.
Murthalamuddin juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi intelektualitas Aceh saat ini. Ia berharap sekolah dapat menjadi ruang yang menghadirkan paradigma baru pendidikan, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun kesadaran peserta didik terhadap identitas dan jati diri.
“Saya ingin sekolah menjadi dunia baru di era pendidikan. Saya berharap anak-anak tidak hanya mencapai hasil akademis, tetapi anak-anak harus menyadari siapa dirinya,” tambahnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menjadikan sekolah sebagai pusat perubahan yang melahirkan inovasi, kreativitas, dan karakter unggul.
Kualitas intelektual yang dibangun melalui pendidikan, menurutnya, adalah kunci utama pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya daerah secara berkelanjutan.
“Jika pendidikan kita kuat, maka Aceh akan mampu mengelola potensinya sendiri. Inilah tugas besar kita bersama,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
























