Home / Banda Aceh / News / Parlementarial

Selasa, 5 Agustus 2025 - 11:55 WIB

Komisi I DPRA Desak Kemenlu Ambil Langkah Tegas terkait Warga Aceh Meninggal Dikeroyok di Malaysia

REDAKSI - Penulis Berita

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin, mendesak Kemenlu RI dan KBRI di Malaysia mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan Syahrul Ramadhan (34), warga Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Selasa (05/08/2025).

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin, mendesak Kemenlu RI dan KBRI di Malaysia mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan Syahrul Ramadhan (34), warga Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Selasa (05/08/2025).

Banda Aceh,– Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Teungku Muharuddin mendesak Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas untuk mengawal proses hukum terhadap pemgeroyokan Syahrul Ramadhan, 34 tahun, warga Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

“Kami mendesak Pemerintah Republik Indonesia, khususnya melalui Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di Malaysia, untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas dalam mengawal proses hukum, memastikan keadilan ditegakkan, serta menjamin pemulangan jenazah dan perlindungan terhadap hak-hak keluarga korban,” kata Muharuddin, dalam keterangan tertulis, Selasa, 05 Agustus 2025.

Baca Juga :  PT Pema Global Energi dan PT Pupuk Indonesia Lakukan Kerjasama, Gubernur Aceh: Bisa Membuka Peluang Kerja

Muharuddi menekankan pentingnya penguatan perlindungan terhadap seluruh warga Aceh dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Pemerintah daerah dan pusat harus memperkuat sinergisitas untuk menjamin keselamatan dan martabat WNI di luar negeri

“Kita berharap, apapun penyebab atau motif di balik pengeroyokan ini, dan siapapun pelakunya, semuanya harus diusut secara tuntas. Tidak boleh ada satu pun pelaku yang lolos dari jerat hukum. Keadilan bagi almarhum Syahrul adalah bentuk tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Baca Juga :  Kenduri Laot dan Peringatan 19 Tahun Tsunami Aceh Serta Memberi Santunan 400 Anak Yatim dari 11 Gampong Pesisir

Politikus Partai Aceh ini mengimbau masyarakat Aceh untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

“Mari kita kawal bersama kasus ini dengan semangat membangun solidaritas dan kepedulian, demi tegaknya keadilan dan perlindungan bagi seluruh rakyat Aceh di yang sefang mengadu nasib di tanah perantauan,” tuturnya.

Muhar menuturkan, warga Kampung Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang itu, meninggal dunia usai dikeroyok oleh sekelompok orang di Bukit Jambul, Pulau Pinang, Malaysia pada Sabtu, 02 Agustus 2025, pukul 19.00 waktu setempat.

Baca Juga :  Wakapolda Aceh Vicon Dengan Kapolri, Bahas Perbandingan Varian Delta Dengan Omicron

“Peristiwa ini merupakan bentuk kekerasan keji yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,” ungkapnya.

Menurut Muharuddin, Syahrul telah merantau ke negeri jiran Malaysia sekitar empat tahun lalu guna membantu ekonomi keluarganya di kampung halaman.

“Niat baik dan perjuangannya sebagai tulang punggung keluarga seharusnya dihargai dan dilindungi. Sangat disayangkan, pengorbanannya justru berakhir dengan kematian yang tidak manusiawi. Ini adalah tragedi besar yang tidak boleh diabaikan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Baitul Mal Bireuen Antar Zakat Hak Fakir Bagi Lansia

Aceh

Komisi VII DPRA Menyerah Hasil Pembahasan  Perubahan Raqan Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal.

Daerah

Petugas Jasa Raharja Bener Meriah Survey dan Berikan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Laka Lantas

Aceh

Mualem Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Dampak Banjir di Aceh Tamiang, Aceh Tengah dan Bener Meriah

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Terima Pertanggung Jawaban APBK 2024 Dengan Catatan dan Masukan

News

Gubernur Aceh Lakukan Diplomasi Pangan, Percepat Impor Ternak Jelang Ramadhan

Aceh

Perkuat Industri dan Sosial, Wagub Aceh dan Dirut SIG Bahas SIA Laweung dan Pelabuhan Strategis

Daerah

Usai Dipanen, Babinsa Koramil 06 Peusangan Bantu Petani