Banda Aceh — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui penyelenggaraan STISNU Youth Islamic Festival 2026, sebuah agenda berbasis pengabdian kepada masyarakat yang memadukan nilai-nilai Qur’ani, kecakapan intelektual, dan integritas moral generasi pelajar.
Mengusung tema “Membangun Generasi Qur’an yang Cerdas, Aktif dan Berintegritas”, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 09–10 Februari 2026, bertempat di Aula Meudrah, Dayah MUA.
Festival ini dirancang sebagai ruang edukatif dan kompetitif yang sehat bagi pelajar tingkat SMA/MA/SMK dan pesantren di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh.
Adapun cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato Islami (Khitabah), serta Lomba Cerdas Cermat Agama (CCA).
Ketiga cabang ini dipilih sebagai medium untuk mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an, retorika dakwah, serta ketajaman nalar keislaman peserta.
Sebanyak 11 lembaga pendidikan turut ambil bagian dalam festival ini, di antaranya SMK Mahyal Ulum Al-Aziziyah, MAN Samahani, SMA Madani, MAS Darul Mutaalimin, MAS Asasunnajah, SMA Al-Muhajirin, MUQ Pagar Air, Pesantren Modern Al-Falah, SMAN 9 Banda Aceh, PKPPS RQA, serta SMA Insan Qurani.
Kehadiran peserta lintas sekolah ini mencerminkan antusiasme dan semangat kolaboratif dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang progresif.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) STISNU Aceh, yang melibatkan 100 mahasiswa, terdiri dari 40 mahasiswa program reguler (HES 13 orang dan HKI 27 orang) serta 60 mahasiswa program eksekutif HKI.
Para mahasiswa terlibat aktif dalam kepanitiaan, pendampingan lomba, hingga pengelolaan teknis kegiatan sebagai bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi.
Pelaksanaan STISNU Youth Islamic Festival 2026 dikoordinatori oleh Tgk. Radian, yang menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan proses pembelajaran sosial dan spiritual, baik bagi peserta maupun mahasiswa yang terlibat.
Melalui festival ini, STISNU Aceh berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya fasih membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu berpikir kritis, berakhlak mulia, serta siap menjadi pelopor nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.(**)
Editor: Redaksi






















