Medan – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin S.Pd.I., M.Pd.I., melakukan pertemuan penting dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Medan pada Jumat,(01/05/2026). Pertemuan yang penuh substansi ini difokuskan pada pembahasan langkah-langkah strategis untuk menguatkan ekonomi dayah agar menjadi lebih mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi secara signifikan bagi pembangunan daerah.
Dalam pembicaraan yang hangat namun fokus, kedua pihak menyepakati bahwa sejumlah program krusial perlu segera digalakkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi lembaga dayah di seluruh Provinsi Aceh. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi pengembangan unit usaha produktif yang berbasis potensi masing-masing dayah, hingga peningkatan keterampilan kewirausahaan bagi para santri agar mereka memiliki bekal untuk membangun usaha sendiri setelah menyelesaikan pendidikan.
Pemerintah Aceh juga menilai bahwa dayah memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai basis pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, lembaga dayah juga dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Muhsin menjelaskan bahwa peran dayah di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan dan keagamaan. “Dayah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis komunitas. Selama ini, dayah juga memiliki kekuatan sosial dan ekonomi yang dapat dikembangkan lebih luas,” ujarnya. Menurutnya, diperlukan dukungan kebijakan yang jelas dan terarah agar dayah mampu membangun sumber pendapatan yang berkelanjutan, tanpa harus meninggalkan fungsi utama sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai agama.
“Jika dikelola dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan dayah sendiri, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat sekitar, mulai dari peningkatan pendapatan hingga penyerapan lapangan kerja,” tambah Muhsin dengan semangat.
Selain pembahasan mengenai pengembangan usaha produktif, pertemuan tersebut juga membahas tentang pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh dayah. Muhsin menekankan bahwa sinergi yang erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci utama agar program penguatan ekonomi dayah dapat berjalan dengan maksimal dan memberikan dampak yang nyata.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut baik seluruh gagasan dan usulan yang diajukan. Ia menegaskan bahwa pemerintah Aceh secara penuh mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kemandirian dayah, baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi.
“Dayah merupakan bagian penting dalam struktur pembangunan Aceh. Sejak dahulu, dayah telah berperan besar dalam membentuk karakter dan kemajuan masyarakat Aceh. Oleh karena itu, pemerintah akan memberi perhatian khusus terhadap penguatan kapasitas dayah agar mereka mampu berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tegas Muzakir Manaf.
Beliau juga menyampaikan bahwa pemerintah akan segera menyusun kebijakan dan program kerja yang lebih terarah untuk mendukung pengembangan ekonomi dayah, termasuk penyusunan regulasi yang mendukung serta alokasi anggaran yang memadai.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam menyusun program pengembangan ekonomi dayah yang lebih terstruktur, terarah, dan berkelanjutan di Provinsi Aceh. Kedua pihak sepakat untuk segera membentuk tim kerja khusus yang akan merumuskan rancangan program dan langkah-langkah implementasinya agar dapat segera terealisasi di lapangan.(**)
Editor: Redaksi





















