PIDIE – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Misran Fuadi mendampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), bersama Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh Yusrizal, melakukan kunjungan takziah ke rumah duka almarhumah Hj. Nurasyiah binti Kasem di Desa Masjid Aree, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, pada Minggu (26/7/2026).
Kunjungan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan acara seunujoh atau kenduri hari ketujuh wafatnya almarhumah – salah satu tradisi budaya dan keagamaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh untuk mendoakan keluarga yang telah berpulang dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Almarhumah Hj. Nurasyiah binti Kasem, yang merupakan ibunda dari Pimpinan Redaksi Harian Serambi Indonesia Zainal Arifin M. Nur, wafat pada Senin (20/7/2026) pukul 06.15 WIB di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh, dalam usia yang mulia yaitu 90 tahun. Selama hidupnya, almarhumah dikenal sebagai sosok yang dermawan, penyayang, dan selalu mendukung perkembangan keluarga serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat setempat.
Setibanya di lokasi rumah duka yang terletak di perkampungan Desa Masjid Aree, rombongan Wakil Gubernur langsung disambut hangat oleh Zainal Arifin M. Nur beserta seluruh keluarga besar, termasuk kerabat dari berbagai daerah di Aceh yang hadir untuk memberikan dukungan. Setelah salam dan ucapan penghormatan, rombongan bersama keluarga dan tamu undangan turut mengikuti prosesi pembacaan samadiah yang dipimpin langsung oleh Kepala DSI Aceh Misran Fuadi.
Dalam kesempatan tersebut, Misran Fuadi menyampaikan doa penghormatan yang mendalam bagi almarhumah, memohon agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di sisi para orang shaleh dan shalehah. Doa bersama yang diikuti oleh puluhan tamu hadir di rumah duka juga dipanjatkan untuk memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Wakil Gubernur Aceh Dek Fadh kemudian menyampaikan ucapan belasungkawa dari nama pribadi dan juga atas nama Pemerintah Aceh. “Kita semua merasakan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah Hj. Nurasyiah binti Kasem. Beliau telah memberikan kontribusi besar dalam mendidik dan membesarkan keluarga yang kemudian menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh, khususnya dalam dunia pers yang memiliki peran krusial dalam menyampaikan informasi dan memajukan daerah,” ujar Dek Fadh.
Dek Fadh juga menambahkan bahwa kehadiran insan pers seperti Zainal Arifin M. Nur sangat berarti bagi Provinsi Aceh, karena media massa menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, serta menjadi wadah untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. “Pemerintah Aceh selalu menghargai dan memberikan dukungan kepada seluruh insan pers di Aceh, termasuk keluarga mereka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” tambahnya.
Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh Yusrizal juga menyampaikan dukungan dari pihak Setda Aceh, menegaskan bahwa pemerintah akan selalu siap memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesusahan. “Kegiatan takziah seperti ini bukan hanya sebagai bentuk rasa simpati, tetapi juga sebagai wujud silaturahmi yang erat antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Yusrizal.
Zainal Arifin M. Nur dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kedatangan Wakil Gubernur dan rombongan. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh. Kedatangan Bapak Wakil Gubernur dan seluruh rombongan menjadi kekuatan tersendiri bagi kami dalam menghadapi kehilangan yang sangat mendalam,” ujarnya dengan penuh emosi.
Acara takziah yang berjalan dalam suasana khidmat dan penuh rasa penghormatan tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan simbolis dari Pemerintah Aceh kepada keluarga almarhumah, serta foto bersama dengan seluruh keluarga dan rombongan pemerintah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Aceh selalu peduli dan memberikan perhatian kepada seluruh komponen masyarakat Aceh, tanpa memandang latar belakang atau profesi yang diemban. (**)
Editor: Redaksi
























