Home / Bank Aceh / News

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Fadhil Ilyas: Bank Aceh Bagian dari Nadi Ekonomi Aceh, Bukan Sekadar Bank

REDAKSI - Penulis Berita

BANDA ACEH — Bank Aceh dan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memperkuat sinergi strategis guna menggenjot kinerja sekaligus mengoptimalkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Aceh (PAA) Tahun 2026. Pertemuan ini juga membahas langkah persiapan menuju status bank devisa.

Rapat kerja berlangsung di Gedung DPRA, Rabu (7/10/2026), dihadiri jajaran Direksi Bank Aceh serta pimpinan dan anggota Komisi III DPRA.

Bank Milik Daerah, untuk Daerah

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa keberadaan Bank Aceh tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat dan perekonomian Aceh secara menyeluruh.

“Bank Aceh merupakan bagian dari nadi perekonomian Aceh, bukan sekadar lembaga keuangan biasa. Peningkatan kinerja bukan semata-mata kepentingan perusahaan, melainkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah, termasuk melalui kontribusi terhadap Pendapatan Asli Aceh,” ujar Fadhil.

Baca Juga :  Kasus Aktif PMK kembali Berkurang 14,51 Persen

Ia menyambut baik masukan serta perhatian dari Komisi III DPRA, yang dinilai menjadi dorongan penting bagi manajemen untuk terus melakukan perbaikan di seluruh lini kelembagaan.

“Sinergi antara Bank Aceh, Pemerintah Aceh, dan DPRA harus terus dijaga dan diperkuat. Kami berkomitmen agar Bank Aceh semakin sehat, kompetitif, dan mampu menyumbang kontribusi yang makin besar bagi kemajuan Aceh,” tambahnya.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Stunting Nasional, Korps Brimob dan BKKBN 

Tata Kelola Sehat, Kinerja Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRA, Hj. Aisyah Ismail, menyampaikan bahwa peningkatan kontribusi terhadap PAA harus didukung dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta menjaga keberlanjutan kinerja jangka panjang.

“Kami mendorong kinerja yang terus membaik, namun harus tetap transparan, akuntabel, dan berhati-hati. Jangan kejar angka besar lalu mengabaikan fondasi kelembagaan,” tegasnya.

Langkah Menuju Bank Devisa Didukung

Dalam pertemuan tersebut, Bank Aceh juga memaparkan rencana pengembangan bisnis strategis, termasuk penguatan transaksi valuta asing serta persiapan menuju status bank devisa. Langkah ini bertujuan memperluas layanan, meningkatkan daya saing, serta mendukung aktivitas ekonomi dan perdagangan masyarakat Aceh yang berhubungan dengan luar negeri.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja ke Garut, Kepala BNPB Dorong Progres Transisi Darurat Pasca Gempabumi

Komisi III DPRA memberikan dukungan penuh sekaligus mendesak agar persiapan dilakukan secara terukur dan cermat — mencakup kesiapan sumber daya manusia, sistem teknologi informasi, infrastruktur, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.

Sinergi ketiga pihak diharapkan terus diperkokoh agar Bank Aceh makin kokoh, kontribusi terhadap PAA meningkat, dan roda perekonomian Aceh berputar lebih cepat demi kesejahteraan seluruh rakyat(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Polri Mengungkap Sejumlah Kasus Tindak Pidana yang Dilakukan dari Balik Jeruji Lapas

Daerah

Selain Polda Aceh, Polres Lhokseumawe Juga Gelar Vaksinasi dan Bansos Bersama Ulama

News

Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Pemuda Muhammadiyah Soroti Rencana Pelatihan Geuchik Aceh Selatan Ke Jogjakarta

Daerah

Babinsa Posramil Kuala Bersama Bhabinkamtibmas Laksanakan Komsos Dengan Masyarakat Binaan

News

Dandim 0108/Agara Bersama Kapolres Dampingi Wabup Tinjau Vaksinasi

Banda Aceh

Anggota DPRA Khalid Perjuangkan Listrik Gratis untuk Warga Miskin Pidie

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Terima Audiensi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi USK

News

Disdik Aceh Targetkan Tuntasnya PPG Dalam Jabatan Guru Agama Islam pada Tahun 2025