BANDA ACEH — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang juga menjabat Sekretaris Komisi VII, Yahdi Hasan, menerima kunjungan kerja dan audiensi lima kepala desa (Reje) dari Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, di ruang kerjanya, Gedung DPRA, Banda Aceh, Jumat (9/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para Reje untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan berbasis kawasan perdesaan, khususnya di wilayah pegunungan Aceh Tengah.
Lima Reje yang hadir dalam audiensi tersebut yakni Reje Merah Pupuk, Tgk. Muharidinsyah Selian, M.Ag.; Reje Pantan Damar, Iwan Sanusi; Reje Damar Mulyo, Suriyansah; Reje Kepala Akal, Muhammad; serta Reje Merah Jernang, Supri Hatiyono.
Dalam pertemuan itu, para Reje menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas masyarakat. Di antaranya dukungan anggaran untuk pembenahan masjid, pengembangan sarana pendidikan dayah, serta perbaikan infrastruktur publik yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat desa.
Tgk. Muharidinsyah Selian, yang mewakili para Reje, menekankan pentingnya keterlibatan Pemerintah Aceh dalam mendorong pemerataan pembangunan. Menurutnya, perhatian terhadap daerah pedesaan dan kawasan pegunungan perlu ditingkatkan agar masyarakat di pelosok tidak tertinggal dari wilayah perkotaan.
Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah dalam penyusunan program pembangunan yang lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Yahdi Hasan menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi langkah para Reje yang menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada wakil rakyat di tingkat provinsi.
“Sinergitas antara pemimpin desa dan legislatif provinsi adalah fondasi penting agar pembangunan tepat sasaran. Pembangunan masjid, dayah, dan infrastruktur dasar desa merupakan pilar utama pembentukan karakter masyarakat Aceh yang berlandaskan Syariat Islam,” ujar Yahdi Hasan.
Politisi Partai Aceh itu menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan yang disampaikan para Reje agar dapat dipertimbangkan dalam program prioritas pembangunan Pemerintah Aceh, sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku.
Ia juga mengajak para Reje untuk terus menjaga solidaritas, memperkuat koordinasi, serta memelihara situasi yang kondusif di wilayah masing-masing.
“Pemerintah Aceh dan DPRA akan terus berupaya hadir menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat paling bawah,” tegasnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan komunikasi antara pemerintah desa dan legislatif Aceh dalam memperjuangkan pembangunan yang lebih merata, terutama bagi masyarakat di kawasan pegunungan Aceh Tengah. (**)
Editor: Redaksi























