Home / Aceh / News

Kamis, 5 November 2026 - 18:40 WIB

Siaran Pers Kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin.

REDAKSI - Penulis Berita

Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal.

Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal.

BANDA ACEH – Kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin menanggapi kampanye hitam ala preman kampung yang ditayangkan sejumlah media luar Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

“Banyak pihak menyarankan tak perlu dilayani karena sudah jelas upaya pembunuhan karakter. Tapi kalau tidak ditanggapi bisa dianggap sebagai kebenaran,” kata Nasir melalu Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal.

Menurut Nasir, tudingan dirinya menerima suap ketika berlangsungnya Kongres PWI Pusat di Cikarang, Bekasi Jawa Barat, Agustus 2025 sangat tidak berdasar.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Tegaskan Komitmen Sinergitas TNI-Polri di Malam Kenal Pamit Kapolda Aceh

“Suap tidak berdiri sendiri, tetapi ada pemberi dan penerima. Namun dalam tudingan terhadap saya hanya mengulang-ulang menampilkan rekening pribadi saya dengan memperlihatkan saldo Rp72 juta yang disebut suap. Tak ada data transaksi dari mana sumber dana. Ini sangat keterlaluan. Apa tidak boleh rekening saya memiliki saldo?” kata Nasir Nurdin.

Nasir meyakini apa yang diberitakan tak terlepas dari kontestasi di PWI Aceh di mana ada orang-orang yang merasa terganggu hingga menebarkan isu yang sangat memalukan.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 09 Makmur Berikan Materi Wawasan Kebangsaan kepada Siswa/Siswi Sekolah

“Bahwa ini bukan main-main, ini merupakan bentuk pencemaran nama baik dan fitnah terhadap saya sebagaimana diatur pada Pasal 27A UU ITE, Pasal 45 ayat (4) UU ITE, Pasal 433 KUHP dan Pasal 311 tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah, saya tidak akan tinggal diam, dan akan mempertimbangkan memproses tuduhan-tudahan tanpa dasar ini,”sambung Nasir.

“PWI Pusat sudah sangat berbaik hati menurunkan tim untuk mencari tahu kebenaran laporan yang disampaikan baik terkait kandidat maupun kepanitiaan Konferprov XIII PWI Aceh. Dari sekian banyak laporan yang diverifikasi tak ada satupun yang terkait isu suap. Kok tiba-tiba isu itu muncul setelah tim PWI Pusat kembali ke Jakarta,” tandas Nasir Nurdin melalui Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi l DPRA Revisi UUPA  Perlu Dikaji Bersama Dan Disosialisasikan Secara Terbuka

Nasir menyatakan siap mempertanggung jawabkan tuduhan suap tersebut sejauh bisa mengungkapkan siapa pemberi suap.

“Ayo kita buka-bukaan, jangan seperti orang kebakaran jenggot lalu menyeruduk apa saja,” demikian Jufrizal.[]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Bupati Aceh Besar Ikut Tanam Manggrove

News

Kapolda Aceh Bersama Masyarakat Tanam Pohon untuk Wujudkan Program Green Policing

Aceh

Mualem Angkat Bicara; Polemik Plat “BL” Kalau Mereka Jual Kita Beli

News

Pj Bupati Abdya Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Dayah Pesantren Jabal Nur Jadid

Daerah

Ketua Jasa Bireuen Jak Ta Pusaboh Droe

Daerah

Babinsa Posramil Siblah Krueng Himbau Masyarakat Agar Selalu Menjaga Keamanan Dan Ketertiban Menjelang Pilkada

Daerah

Aminullah Terima Award Tokoh Pemberantas Rentenir dari Harian Rakyat Aceh

News

DPRA Gelar Family Gathering di Pantai Riting, Pererat Kebersamaan dan Kekompakan