Home / Internasional

Senin, 5 Desember 2022 - 13:39 WIB

Australia Ingin Belajar Pembinaan Napi Trorisme dari Indonesia

REDAKSI - Penulis Berita

KSINews, Jakarta – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly membeberkan strategi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam membina napi terorisme (napiter) saat pertemuan bersama delegasi Australia.

Pasalnya, Menteri Dalam Negeri Australia, Clare O’neil mengungkapkan keinginan Australia untuk belajar dari Indonesia.

Yasonna menjelaskan pembinaan napiter di Indonesia mencakup pembinaan intramural dan ekstramural untuk mengurangi kemampuan, niat, dan keterlibatan napiter terhadap ekstrimisme kekerasan. Napiter dibina agar dapat kembali ke tengah masyarakat tanpa bergantung pada kelompok terorisnya.

Baca Juga :  Berminat Menjadi Kaperwil, dan Wartawan, Ayo Gabung Di Media Kabar Seputar Indonesia (KSINews.id)

“Indonesia melakukan pendampingan dan pengawasan, baik di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ataupun di luar gedung Lapas. Tujuannya adalah perubahan pemahaman dan perilaku napiter,” kata Yasonna, Senin (05/12/22).

“Kami harapkan napiter dapat hidup dan berinteraksi  kembali  dengan  masyarakat, serta mampu menghidupi  diri  dan keluarganya  tanpa  bergantung lagi kepada kelompok atau jaringannya,” lanjut Yasonna.

Dalam melakukan pembinaan, Indonesia melakukan penilaian menggunakan instrumen risiko dan kebutuhan untuk membantu penyusunan program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing napiter. Sementara itu, perubahan perilaku napiter dipantau menggunan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).

Baca Juga :  Menkumham Yasonna Yakin Pengesahan RKUHP Perkuat Hukum Pidana Nasional

“Dari hasil penilaian instrumen risiko dan kebutuhan, kami berikan program intervensi yang sesuai dengan risiko dan kebutuhan napiter,” ujar Yasonna di ruang rapat Kemenkumham.

Lebih lanjut, Yasonna menjelaskan bahwa Indonesia menerapkan standar keamanan dan ketertiban yang berbeda sesuai dengan klasifikasi lapas, yaitu super maximum security, maximum security, medium security dan minimum security.

Baca Juga :  Menkumham Yasonna Yakin Pengesahan RKUHP Perkuat Hukum Pidana Nasional

Kemenkumham terus memastikan keamanan lapas melalui sinergi dengan berbagai lembaga negara, seperti BNPT, Polri, TNI, dan Kementerian Agama. Kemenkumham turut menggandeng lembaga keagamaan, universitas, hingga LSM.

Selain isu pembinaan napiter, pertemuan Indonesia dan Australia juga membahas isu-isu keimigrasian, bantuan hukum timbal balik, hingga ekstradisi. Yasonna berharap kerja sama bilateral Indonesia dan Australia akan semakin baik dari waktu ke waktu.*

Share :

Baca Juga

Internasional

Konflik Bersenjata di Sudan, Pemerintah Aceh Jemput Kepulangan 26 warga Asal Aceh di Jakarta

Internasional

Kemenkes Buka Kelas Perawat Internasional

Internasional

Wakil Presiden Harapkan Pemerintah Arab Saudi Perluas Layanan Fast Track Haji di Indonesia

Internasional

11 Nelayan Asal Aceh Timur Ditangkap di Thailand, Senator Aceh : Kita Sudah Koordinasi dengan Konsulat RI Songkhla

Internasional

Menhan Prabowo Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bicara Hubungan Bilateral dan Regional

Internasional

Bantuan Logistik 70 Ton Pemerintah Indonesia Tiba di Turkiye

Internasional

Presiden Jokowi dan PM Timor-Leste Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Kedua Negara

Internasional

Panglima TNI Hadiri Upacara Pembukaan LIMA 2023 di Malaysia