Home / Nasional / Pemerintah

Kamis, 28 April 2022 - 17:24 WIB

Kemenkumham Tingkatkan Literasi Warga Binaan

REDAKSI - Penulis Berita

Jakarta – Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjen Pas Kemenkumham), Heni Yuwono, mengapresiasi upaya meningkatkan literasi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Hal tersebut disampaikan Heni melalui keterangan tertulis, dalam peluncuran buku “Suara Di Balik Jerjak” yang ditulis warga binaan, Kamis (28/4/2022).

Literasi membuat jembatan ilmu, ini upaya untuk membuat mereka tidak terlalu tertinggal dengan dunia luar, kata Heni.

Heni menuturkan, upaya meningkatkan literasi bagi WBP sesuai dengan arah pembinaan yang bertujuan menyiapkan mereka kembali ke lingkungan asal setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.

“Setiap WBP punya hak untuk mengakses bahan bacaan serta siaran media massa,” katanya.

Menurutnya, di tengah keterbatasan akses, sulit bagi warga binaan untuk mengekspresikan ide, gagasan dan pikiran mereka.

“Peluncuran buku yang jadi media warga binaan untuk mengekspresikan diri dan berbagi cerita kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Lewat buku “Suara Di Balik Jerjak”, Heni mengatakan warga binaan bisa membuktikan bahwa berada di balik jeruji bukanlah hambatan untuk berkontribusi memajukan literasi di Indonesia.

Dia tidak menampik kondisi Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara, serta Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) belum sempurna untuk meningkatkan literasi warga binaan.

“Meningkatkan literasi di Indonesia adalah tugas bersama demi masa depan bangsa,” ujarnya.

Dia menambahkan peningkatan akses sumber bacaan berkualitas dan mendorong budaya membaca adalah kunci dalam mengembangkan sumber daya manusia, katanya.

Kehadiran bacaan berkualitas bisa membantu menyaring derasnya informasi yang ada tanpa dibarengi kemampuan memahami informasi secara baik.

“Suara Di Balik Jerjak” berisi 26 cerita terbaik dari hasil Sayembara Menulis Cerita Second Chance Foundation yang digelar pada akhir tahun 2020 silam secara daring. Sebanyak 160 naskah dari 146 peserta di 27 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang tersebar di 14 provinsi Indonesia telah terkumpul.

Tim juri yang terdiri dari penulis ternama seperti Oka Rusmini, Feby Indirani dan Nuril Basri menyeleksi dan menetapkan 26 naskah terbaik untuk dibukukan.

Buku ini diterbitkan dalam versi buku cetak dan buku elektronik dalam bahasa Indonesia juga bahasa Inggris dengan judul “Voices from Behind Bars”.(inp)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Kado Penghujung Tahun bagi Warga Jabar, Masjid Raya Al Jabbar Diresmikan Pekan Depan

Nasional

Bareskrim Polri Periksa 13 Saksi Terkait Laporan Dugaan Ujaran Kebencian Kepada NU

Nasional

Cegah Nopol Palsu, Korlantas Mengembangkan Plat Nopol Kendaraan Terpasang Chip dan QR Code

Nasional

Kepala Staf Kepresidenan Puji Kesiapan Polri Dalam Pengamanan KTT Asean Summit di Labuan Bajo

Nasional

Wapres Ma’ruf Amin Dorong SatuSehat Wujudkan Ekosistem Kesehatan Digital di Indonesia

Agama

Terima ISAD Awards 2026, Muhsin: Kemandirian Ekonomi Kunci Dayah Bertahan di Era Global

Pemerintah

Tingkatkan Ekonomi Daerah, Diskop UKM Aceh gelar Kegiatan Transformasi UMKM Non Bankable Menuju Bankable

Nasional

Mabes Polri Gelar Upacara Korps Raport ke 42 Pati dan 121 Pamen