Home / Daerah

Selasa, 6 September 2022 - 01:23 WIB

Demo Tolak Kenaikan BBM, Polisi Tolak Mundur Aksi Demontrasi Berakibat Ricuh

REDAKSI - Penulis Berita

KSI| Banda Aceh – Ratusan aksi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar – Raniry di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait penolakan kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diwarnai kericuhan, Senin (5/9/2022).

Kericuhan aksi mahasiswa tersebut bermula saat mereka menduduki Gedung paripurna DPRA dan berkeinginan mengikuti rapat dengan pihak DPRA yang beredar kabar dijadwalkan malam ini. Namun pihak kepolisian memukul mundur keinginan mahasiswa tersebut, karena jadwal aksi sudah selesai.

Berdasarkan hasil laporan NOA di lapangan, bentrok yang terjadi antara pihak kepolisian dengan mahasiswa itu sekitar pukul 18 : 30 WIB di lantai 2 Ruang Sidang Paripurna DPRA.

Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Mahmudin mengatakan sejumlah mahasiswa mengalami kekerasan fisik saat dipukul mundur oleh beberapa oknum aparat kepolisian.

Baca Juga :  Cold Storage Sudah Berjalan Selama 1 Tahun, Dirjend PSDKP: Pengelolaan Sepenuhnya Dikelola DKP Aceh

“Kami disuruh keluar oleh pihak kepolisian dengan alasan bahwa aksi demo sudah usai, padahal kami hanya menunggu konfirmasi dari pihak DPRA tentang petisi yang sudah di tanda tangani bersama, apakah sudah di kirim ke pemerintah pusat atau belum, dan kami juga ingin menyaksikan rapat paripurna yang dijadwalkan malam ini. Namun faktanya pihak kepolisian tidak mendengarkan aspiratif mahasiswa sehingga dipukul mundur,” ucap Mahmudin.

Dia juga menambahkan, ada beberapa mahasiswa yang mengalami kekerasan fisik saat bentrok terjadi.

“Ada beberapa teman mahasiswa kami mengalami lecet kaki dan luka ringan, bahkan 2 mahasiswi dilarikan ke rumah sakit terdekat karena sesak nafas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jadi Narasumber di UTU, Bustami Bahas Kearifan Lokal

Sementara itu, Korlap Aksi Wahyu juga menyebutkan bahwa pihaknya masih bertahan di gedung DPRA, karena ingin mengawal janji dewan yang akan mengunggah video tadi ke web humas DPRA.

Namun hingga kini, lanjut Wahyu,hal tersebut belum dilakukan, artinya sampai jam ini tidak ada koordinasi apapun oleh pihak DPRA kepada Pemerintah Pusat.

“Jika pihak DPRA tidak melakukan manuver dengan mengeluarkan surat kepada Pemerintah Pusat, maka kami tetap bertahan disini (gedung DPRA),” tegasnya.

Di samping itu, Kapolresta melalui Kasbagpolresta Kota Banda Aceh, Kompol Iswahyudi, S.H mengatakan sebagai penjaga keamanan, pihaknya mengawasi dan mengamankan aksi mahasiswa tersebut, dan bahkan memberi ruang  waktu bagi mahasiswa menduduki lantai dua gedung DPRA.

Baca Juga :  Cold Storage Sudah Berjalan Selama 1 Tahun, Dirjend PSDKP: Pengelolaan Sepenuhnya Dikelola DKP Aceh

“Kami hanya minta mahasiswa aksi agar keluar dari aula, sebab akan ada rapat penting DPRA, dan sesuai aturan, bahwa jam 18:00 WIB aksi mahasiswa sudah selesai,” kata Iswahyudi.

Ia menyebutkan terkait bentrok antara pihak kepolisian dengan mahasiswa yang mengalami kekerasan fisik itu tidak ada, pihaknya hanya melakukan tindakan tegas sesuai tahapan dan aturan.

“Berkenaan kekerasan fisik itu tidak ada, hanya 2 mahasiswi saja yang mengalami sesak nafas, karena pintu ruangan aula kita sempit,”tuturnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Dalam Rangka Ketahanan Pangan, Babinsa Posramil Peulimbang Dampingi Pembagian Pupuk Di Desa Binaan

Daerah

HBP ke 58, Kakanwil Kemenkumham Aceh Tabur Bunga di Makan Pahlawan

Daerah

Percepat Masa Tanam Padi, Babinsa Koramil 08/Gandapura Dampingi Petani Cabut Bibit Padi

Daerah

Wakapolres Cianjur Dengarkan Keluhan Warga di Warung Kondang

Daerah

Sinergitas Bhabinkamtibmas dan Babinsa Panen Raya Di Serimbu Landak

Daerah

Baitul Mal Terima Zakat Karyawan PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe

Daerah

Terkait Dugaan Penyimpangan Honor Surveilens, Penegak Hukum Bireuen Harus Turun Ke Puskesmas Plimbang

Daerah

Sejumlah Penghargaan Kadivhumas pada Rakernis Humas Polri