JAKARTA — Anggota Komisi VII DPRA, Romi Syah Putra dan Zamzami, bersama Dinas Pendidikan Dayah Aceh, menjajaki kolaborasi strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI. Tujuannya: memperkuat keterampilan, pendampingan usaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk santri di seluruh Aceh.
Langkah konkret ini dibahas dalam kunjungan kerja Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, S.Pd.I., M.Pd.I., ke Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Pengembangan usaha produktif bagi santri maupun pimpinan dayah merupakan salah satu mandat utama Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Oleh karena itu, kerja sama lintas lembaga dinilai sangat penting agar program pemberdayaan tersusun rapi, terjamin pendampingannya, dan memiliki sasaran pasar yang jelas serta berkelanjutan.
Agenda strategis ini mendapat dukungan penuh dari Komisi VII DPRA. Romi Syah Putra dan Zamzami menyatakan siap mengawal penyelarasan program antara Pemerintah Aceh dan Kemenekraf RI.
“Kami akan mendorong dukungan dari sisi kebijakan maupun penganggaran daerah, agar pemberdayaan ekonomi santri dapat berjalan terarah, berkesinambungan, dan memberikan dampak nyata,” tegas Romi Syah Putra
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif RI, Rian Syaf, menyambut baik inisiatif yang dibawa Dinas Pendidikan Dayah Aceh beserta perwakilan DPRA. Ia menegaskan Kemenekraf berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah, termasuk mengangkat potensi usaha yang tumbuh dari lingkungan pesantren dan dayah.
Diharapkan, kolaborasi ini kelahirkan wirausahawan muda tangguh dari kalangan santri, sehingga keberadaan dayah tak hanya menjadi benteng pendidikan agama, melainkan juga pusat penggerak ekonomi masyarakat yang mandiri dan sejahtera.(**)
Editor: Redaksi






















