Home / Daerah

Selasa, 6 September 2022 - 14:02 WIB

Di Aceh Layanan BSI Buruk, Rafli: Minta Kementerian BUMN Evaluasi Kinerjanya

REDAKSI - Penulis Berita

Anggota DPR-RI, Rafli

Anggota DPR-RI, Rafli

KSINews – Sejalan dengan qanun Lembaga Keuangan Syariah berlaku di Aceh, bisnis perbankan membuat Bank Syariah Indonesia (BSI) mendapat tambahan 2 juta lebih nasabah dalam waktu singkat. PT Bank Syariah Indonesia Tbk, kini menjelma menjadi Bank terbesar di daerah dengan klaim Istimewa bidang penerapkan syariat islam itu.

Kendati demikian, Bank milik BUMN yang menawarkan keunggulan layanan transaksi keuangan berbasis syariah itu, hingga kini dinilai masih membawa masalah bagi nasabah di Provinsi Aceh.

Anggota Komisi VI DPR RI Asal Aceh Rafli, usai menerima keluhan transaksi sejumlah nasabah BSI, mengatakan “Masyarakat mengeluh, BSI Sudah kelamaan kacau. Kita minta Kementerian BUMN eveluasi Kinerja BSI, Belum lekang ingatan kita baru-baru ini ada turis alami kendala transaksi Bank di Aceh, transaksi Mbanking dan layanan CS di Aplikasi Mobile Banking terindikasi acuh. Parahnya lagi ada laporan saldo terpotong tak wajar dan misalnya lagi pembelian pulsa. Saldonya terpotong, pulsanya gak masuk. Kok hingga kini masih alasan klasik, belum siap sistem ini, masih proses izi itu, kelamaan !,”Tandasnya Selasa, (04/09/2022)

Ironisnya dengan layanan demikian ditengah kemerosotan ekonomi Aceh dan politik isolasi perbankan serta kondisi gejolak ekonomi global, pada kuartal II/2022, BSI mampu membukukan laba bersih mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31% year on year (yoy).

Terkait Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) di BSI, Rafli menilai “Perbankan Syariah ini belum mempunyai pola pemberian Fasilitas pembiayaan modal kerja di awal seperti pada Bank Konvensional ataupun Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Walaupun ada Letter Of Credit (LC) yang dikeluarkan Importir Luar Negeri sebagai jaminan komoditas Ekspor. Tapi sistem di BSI tetap mengharuskan syarat Fixed Asset juga sebagai angunan. Sedangan Bank Konven ataupun LPEI, Sales Contract dengan jaminan LC, sudah bisa. Kita Minta BSI cepat berbenah, optimalkan pembiayaan UMKM ekspor, agar bisa menggandeng mitra pembiayaan seperti LPEI dan lainnya” Ujarnya

“Pembiayaan KUR di Aceh melalui BSI juga belum maksimal. Masih banyak keluhan para pelaku UMKM. Kita minta data-data penerima KUR dipublikasi setiap tahun, sebagai transparansi keuangan Negara. Bukan hanya jumlah total KUR yang dikucurkan saja. BSI harus memperbaiki sistem layanan segera, sudah kelamaan kacaukacau” Tutup Rafli.[]

Share :

Baca Juga

Daerah

Serikat Perusahaan Pers Aceh Siap Sukseskan Kongres ke XXVI di Kota Medan

Daerah

Berikan Layanan Prima, Tim Medis Lapas Kelas IIA Pontianak Merujuk dan Mengawal WBP ke RSUD Sudarso

Daerah

Memorial Living Park Diresmikan, Wagub Minta Pemerintah Pusat Tunaikan Kompensasi untuk Semua Korban DOM

Daerah

Kunjungan Kerja Pangdam IM ke Kodim 0117/Aceh Tamiang

Daerah

Kita Harus Dukung Tekad Pemda dan DPRA Menghadirkan Kembali Bank Konvensional di Aceh

Berita

Sebanyak 62 pasien diduga terinfeksi penyakit (HIV/AIDS)

Daerah

Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Penurunan Stunting Di Sulawesi Barat, Wapres Minta Berdayakan  Masyarakat Hingga ke Tingkat Desa

Daerah

Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus TPPO