Home / Nasional

Selasa, 29 November 2022 - 09:19 WIB

Kemenag Segera Rekrut Petugas Pembimbing Ibadah Haji

REDAKSI - Penulis Berita

Foto:Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, (dok Kemenag)

Foto:Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, (dok Kemenag)

KSINews, Situbondo – Kementerian Agama akan lebih awal merekrut petugas pembimbing ibadah haji. Direktur Bina Haji Arsad Hidayat memperkirakan rekrutmen petugas akan dilakukan lebih dahulu pada awal Januari 2023.

 

Penegasan ini disampaikan Arsad Hidayat saat berbicara pada Mudzakarah Perhajian Indonesia tahun 2022 di Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo.

 

Hadir, sejumlah ulama yang tergabung dalam Konsultan Ibadah Haji, para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, dan para Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia. Mudzakarah berlangsung tiga hari, 28 – 30 November 2022.

Baca Juga :  Update : Pasca Gempa Cianjur 327 Orang Meninggal Dunia

 

“Rekrutmen petugas pembimbing ibadah akan dilakukan lebih awal. Harapannya mereka yang terpilih bisa langsung berkolaborasi dengan jemaah yang akan berangkat untuk memberikan bimbingan manasik,” ujar Arsad di Situbondo, Selasa (29/11/22).

 

Arsad menjelaskan, bimbingan manasik ke depan diorientasikan untuk menciptakan jemaah mandiri. Untuk itu, seluruh proses dan aktivitas bimbingan manasik harus berorientasi pada kemandirian jemaah.

 

“Semua jemaah yang dibimbing harus mandiri. Ini antara lain bisa dilakukan dengan membekali tentang cara dan tips mudah beribadah di Masjidil Haram dan Nabawi. Termasuk juga tips jika jemaah mengalami salah arah pulang, penggunaan sarana prasarana hotel, dan lainnya,” terang Arsad.

Baca Juga :  Pembukaan Bahaupm Bide Bahana Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, 29 November 2022 

 

“Jadi jemaah harus dibekali sejak awal. Jangan kondisikan jemaah terus memiliki ketergantungan,” sambungnya.

 

Arsad manambahkan pentingnya memberikan bimbingan manasik yang memberikan pilihan-pilihan pelaksanaan ibadah sesuai kondisi jemaah. Sehingga, jemaah bisa memahami pilihan yang tersedia dan bisa menjalankan ibadah sesuai kondisi fisiknya.

 

“Ini penting agar jemaah tidak terpaksa atau dipaksa beribadah yang tidak sesuai kondisi fisiknya. Tapi jemaah bisa memanfaatkan pilihan ibadah yang dibenarkan dan sesuai fisiknya,” paparnya.

Baca Juga :  Update : Pasca Gempa Cianjur 327 Orang Meninggal Dunia

 

Terkait kuota, Arsad menginformasikan bahwa pada 9 Januari 2023, akan dilakukan penandatanganan MoU dengan Menteri Haji Arab Saudi.

 

“Insya Allah pada 9 Januari 2023, ada penandatanganan MoU. Saat itu, akan ditandatangani juga seluruh kontrak layanan, akomodasi, transportasi, katering, dan layanan jemaah haji di Masyair,” urainya.Seperti dilangsir Oleh laman Resmi kemenag.go.id, (29/11).

 

“Insya Allah kepastian kuota akan segera diketahui dan kita berharap kuota kembali normal, 221ribu jemaah,” tandasnya.**

Editor: DIMA/ATIN

Share :

Baca Juga

Nasional

Polri Pastikan Komit Lakukan Pembuktian Ilmiah Penembakan Brigadir J

Nasional

Senator, DPRA dan DPRK jadi saksi Sidang Kewenangan Aceh di PN Jakarta

Nasional

Mendag : Harga Minyak Goreng Curah Eceran Rp11.500

Nasional

Kadispenad: Benar Brigjen TNI JT Jalani Penahanan di Rumah Tahanan Militer Cimanggis

Nasional

Ada ‘Harta Karun’ Gas Jumbo, Kilang Arun Aceh Bisa Hidup Lagi

Nasional

Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Mendagri atas Anugerah Adat dari Wali Nanggroe

BSI

BSI Apresiasi Penempatan SAL, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat

Nasional

Gubernur Mualem: Aceh Terus Perjuangkan Otsus Permanen dan Blang Padang sebagai Aset Umat