Home / Daerah

Minggu, 7 Juli 2024 - 09:40 WIB

Perputaran Uang pada Hari Pertama Bhayangkara Fest 2024 Capai Rp3 Miliar

REDAKSI - Penulis Berita

Banda Aceh, – Perputaran uang pada hari pertama pergelaran Bhayangkara Fest 2024 mencapai Rp3 miliar. Estimasi tersebut dirincikan dari pendapatan UMKM, pelaku event—talent, vendor, dan lain-lain—, peserta event, parkir, pengunjung, serta pedagang kaki lima.

“Perputaran uang pada hari pertama Bhayangkara Fest 2024 capai Rp3 miliar. Ini sangat positif untuk peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Ketua Panitia Pelaksana Bhayangkara Fest, Kombes Winardy, dalam keterangannya di Taman Ratu Safiatuddin, pada Sabtu, (6/7/ 24).

Baca Juga :  Gubernur bersama Kapolda Jabar Resmikan Gedung Direktorat Samapta, Tahti dan Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara TK. III Indramayu

Winardy menyampaikan, dari total 80 UMKM, pendapatan pada hari pertamanya capai Rp400 juta, dengan rata-rata omset Rp8 juta.

Baca Juga :  Pangdam Laksanakan Peninjauan di Makesdam IX/Udayana dan Rumkit Tk. II Udayana

“Dari 80 UMKM yang ada di Bhayangkara Fest 2024 saja, pendapatannya Rp400 juta. Rata-rata keuntungan per UMKM adalah sebesar Rp3,5 juta,” jelas Winardy.

Baca Juga :  Kapolda Jabar Hadiri Acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama TPPAS Regional Legok Nangka

Winardy juga menyampaikan, berdasarkan hasil hitungan _people counting_ Bidang TIK Polda Aceh, pengunjung Bhayangkara Fest pada hari pertama, terhitung dari tanggal 5 Juni, pukul 18.00 WIB, sampai dengan 6 Juni, pukul 18.00 WIB, mencapai 52.392 orang.[]

Editor: Dima

Share :

Baca Juga

Daerah

Pangkostrad Resmikan Satuan Baru Jajaran Kostrad di Banten

Daerah

Pemadaman Listrik Terlalu Sering , Pemilik Canteng Koneng Sumenep Mengeluh

Daerah

Sinergitas Terwujud Saat Musdes di Desa Temoyok

Daerah

Di Balik Panggung Sandiwara Politik Pencitraan

Daerah

Kunker ke Bireuen, Pangdam IM Ziarah ke Makam Habib Bugak

Daerah

Bangun Budaya Kerja Profesional, Kemenkumham Kalbar Bersiap Menuju WBBM

Daerah

Warga Desa Sejahtera Sukadana, Apresiasi Kinerja Kajari Ketapang

Daerah

Diskreditkan Perempuan sebagai Pemimpin, IPELMASRA “Kecam” Statmen IPNR