Home / Agama / News / Pemerintah Aceh

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:41 WIB

MUHSIN RESMIKAN PENANDATANGANAN PERJANJIAN SWABELOLA DAYAH 2026, TEGAS “KERJA CEPAT, MUTU JELAS, TRANSPARAN TOTAL”

REDAKSI - Penulis Berita

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Abi Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I. (tengah), menyaksikan prosesi penandatanganan surat perjanjian swakelola pembangunan prasarana dayah Tahun Anggaran 2026 di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (9/7/2026).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Abi Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I. (tengah), menyaksikan prosesi penandatanganan surat perjanjian swakelola pembangunan prasarana dayah Tahun Anggaran 2026 di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (9/7/2026).

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., yang mewakili Sekretaris Daerah Aceh, memberikan sambutan resmi pada acara penandatanganan Surat Perjanjian Swakelola Kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Prasarana Dayah Tahun Anggaran 2026. Acara yang menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan Islam di Aceh berlangsung meriah di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (9/7/2026).

Hadir dalam acara tersebut ratusan perwakilan panitia pembangunan, pengurus dayah dari seluruh penjuru Aceh, serta perwakilan instansi terkait dari 22 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Penandatanganan perjanjian ini menandai dimulainya secara resmi pelaksanaan program pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan dayah yang menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Aceh tahun ini.

Baca Juga :  Dengan Kembali Beroperasinya Pabrik Amoniak-1, PT PIM Berhasil Menoreh Sejarah Baru

TEGASKAN PENTINGNYA KECEPATAN, MUTU, DAN TRANSPARANSI

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Muhsin menegaskan secara tegas pentingnya pelaksanaan pekerjaan yang cepat, tepat mutu, dan transparan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama. Ia juga mengingatkan kembali terkait target penyelesaian pembangunan agar seluruh fasilitas dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar di lingkungan dayah.

“Kita tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun masa depan generasi muda Aceh. Oleh karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab – tidak hanya cepat, tetapi juga harus menjamin mutu yang terbaik dan proses yang transparan,” ujar Muhsin.

Baca Juga :  Polda Jatim Berhasil Bongkar Pengadaan Alkes Fiktif Senilai 30 Miliar

PROGRAM BERKELANJUTAN UNTUK MEMPERKUAT PERAN DAYAH

Program pembangunan dan pengembangan prasarana dayah tahun ini merupakan kelanjutan dari upaya berkelanjutan Pemerintah Aceh dalam memperkuat posisi dayah sebagai pusat pendidikan Islam sekaligus pusat pembentukan karakter generasi muda Aceh. Melalui mekanisme swakelola yang diterapkan, pembangunan diharapkan tidak hanya lebih tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan nyata masing-masing dayah, tetapi juga mampu memperkuat kemandirian serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat setempat dalam pembangunan dan pengelolaan lembaga pendidikan Islam.

Baca Juga :  Inovasi Disdukcapil Banda Aceh: Pengantin Baru Langsung Dapat KTP dan KK di Masjid!

“Melalui model swakelola, kita ingin setiap dayah merasa memiliki terhadap pembangunan yang dilakukan. Hal ini tidak hanya akan menjaga mutu bangunan, tetapi juga akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dan memperkuat tali silaturahmi antara dayah dengan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Acara penandatanganan perjanjian ini juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Aceh dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan dayah sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia Aceh yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

BSI

Nasabah Bullion BSI Melonjak 700%, Fee-Based Income Bisnis Emas Naik 712%

Daerah

Polisi Datangi TKP Pohon Tumbang Menimpa Rumah di Tanjungsari

Pemerintah Aceh

Pj Sekda Aceh Minta Kabupaten/Kota Percepat Program Pompanisasi di Lahan Pertanian Kering 

Aceh

Pon Yaya Anggota DPR Aceh Terpilih Sebagai Ketum KONI Aceh Periode 2025-2029

News

Betulkah Perempuan dan Wanita Itu Berbeda?

Daerah

Babinsa Koramil 06 Peusangan Bantu Warga Binaan

Nasional

Kemenkumham Terima Hibah 8 Mobil Rampasan Negara dari KPK

Daerah

Kadis Perhubungan Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum pertama di Aceh