Home / Aceh Besar / Pemerintah

Kamis, 8 Agustus 2024 - 00:24 WIB

Tahun 2024, Dinkes Aceh Besar Sukses Turunkan Stunting Hingga 16,2%

REDAKSI - Penulis Berita

Petugas posyandu melakukan pengukuran kepada balita dan baduta saat intervensi serentak penurunan stunting di Aceh Besar beberapa waktu lalu. FOTO/DOK DINKES ACEH BESAR

Petugas posyandu melakukan pengukuran kepada balita dan baduta saat intervensi serentak penurunan stunting di Aceh Besar beberapa waktu lalu. FOTO/DOK DINKES ACEH BESAR

Petugas posyandu melakukan pengukuran kepada balita dan baduta saat intervensi serentak penurunan stunting di Aceh Besar beberapa waktu lalu. FOTO/DOK DINKES ACEH BESAR

KOTA JANTHO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Besar berhasil mencatatkan penurunan signifikan angka stunting dari 30,1% pada tahun 2023 menjadi 16,2% pada tahun 2024. Data ini berdasarkan pengukuran terintegrasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Aceh Besar pada bulan Juni 2024.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Besar, Anita SKM MKes, Rabu (07/08/2024). Menurutnya, keberhasilan penurunan angka stunting ini berkat pengukuran dan penimbangan yang dilakukan secara menyeluruh terhadap 31.273 balita di Posyandu seluruh Aceh Besar. “Jumlah yang ditimbang dan diinput di aplikasi sama dengan jumlah sasaran, sehingga kita bisa melihat angka stunting yang lebih akurat,” terangnya.

Baca Juga :  Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kalbar Inisiasi Rapat Tim PORA Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024

Namun, meskipun ada penurunan signifikan, Anita menekankan pentingnya terus melakukan intervensi khususnya terhadap 3.743 anak yang berisiko mengalami wasting agar tidak bergerak menjadi stunting. “Intervensi gizi, termasuk pemberian susu, telur, dan gizi yang cukup sangat penting untuk mencegah peningkatan angka stunting,” tambahnya.

Strategi Intervensi Mulai dari Remaja hingga Ibu Hamil
Dalam upaya mencegah stunting, Dinas Kesehatan Aceh Besar menerapkan berbagai program intervensi yang dimulai dari remaja hingga ibu hamil. “Kami memberikan pemeriksaan HB dan tablet tambah darah (TTD) kepada remaja putri minimal 25 tablet setahun,” kata Anita. Selain itu, calon pengantin juga diberi penyuluhan dan pemahaman agar siap untuk hamil.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Bersama Forkopimda Tinjauan Langsung Pelaksanaan Pilchiksungtak 2023

Untuk ibu hamil, Anita menyebutkan pentingnya personal hygiene dan konsumsi makanan bergizi, serta asupan obat tambah darah dan asam folat. “Ibu hamil harus mengonsumsi 90 tablet obat tambah darah dan asam folat selama masa kehamilan. Ditambah dengan sayur, buah, dan protein, InsyaAllah aktivitas ini akan menurunkan angka stunting,” jelasnya.

Kemudian, sambung Anita, setelah melahirkan, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama menjadi fokus utama. “ASI eksklusif sangat penting dan harus dipenuhi oleh ibu menyusui. Setelah itu, baru kita perkenalkan makanan tambahan yang bergizi,” kata Anita.

Menurutnya, di bulan September, Dinas Kesehatan Aceh Besar melakukan pemeriksaan berkala terhadap remaja putri untuk mendeteksi anemia. “Kami melakukan pemeriksaan HB dan memberikan TTD kepada remaja putri. Tahun depan, kami akan mengusulkan anggaran untuk memperbaiki kondisi anemia di kalangan remaja,” ungkap Anita.

Baca Juga :  Wakapolri Minta Lulusan S1, S2 dan S3 STIK Tahun 2024 Mampu Jadi Agen Perubahan

Kendati itu, Anita menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini dan perhatian khusus terhadap anak-anak yang berisiko stunting. “Untuk menurunkan angka stunting, intervensi harus dimulai dari remaja hingga ibu hamil dan ibu menyusui. Ini adalah upaya holistik yang memerlukan kerjasama semua pihak,” tandasnya.

Penurunan angka stunting di Aceh Besar merupakan prestasi yang patut diapresiasi, namun tantangan masih ada. Dinas Kesehatan Aceh Besar berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya ini agar generasi mendatang terbebas dari stunting.(**)

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Pimpinan DPRK Aceh Besar

Pemerintah

Kemenkumham Hadir Untuk Masyarakat Kurang Mampu Yang Berhadapan Dengan Hukum

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Komit Selesaikan Masalah Tanah Warga Lhoknga dengan PT SBA

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Dampingi Gubernur Aceh Tutup KKN-PPM UGM 2025 di Pulau Nasi

Aceh Besar

Sempat Diwarnai Greng-Greng Pemotor Misterius, Pengukuhan Tim MBS 04 di Kuta Cot Glie Berlangsung Penuh Semangat

Pemerintah

Desa Majau Pandeglang Gelar Musrenbang Tahun 2024

Aceh Besar

Banleg Ketua DPRK Aceh Besar Inisiasi Raqan Gampong Wisata Dorong Pembangunan Ekonomi Masyarakat Dan Kemandirian Gampong

Daerah

Pemerintah Indonesia Kirim 50,5 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Vanuatu