Home / Daerah / Hukrim / News / Tni-Polri

Kamis, 14 November 2024 - 12:43 WIB

Tiga Penjual Pupuk Subsidi Bandung Barat Ditangkap Polisi

REDAKSI - Penulis Berita

Bandung, – Polres Cimahi membongkar peredaran pupuk subsidi yang dijual secara ilegal di wilayah Gununghalu dan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (KBB).Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan tiga orang tersangka inisial AG, J, dan A.

Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto mengatakan bahwa para tersangka terjerat hukum pidana karena tak memiliki izin resmi sebagai pengencer atau penjual pupuk subsidi.

“Kita amankan 3 orang pelaku, yang menjual pupuk subsidi tanpa hak menjual,” kata Tri di Polres Cimahi, Rabu (13/11/2024).

Baca Juga :  Pangdam IM Silaturahmi Dengan Forkopimda Kabupaten Aceh Selatan

Tri mengungkapkan, selain ilegal, para tersangka juga menjual pupuk subsidi kepada masyarakat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk meraup keuntungan.

“Mereka menjual ke warga sekitar dengan harga yang sangat tinggi, jadi kan pupuk subsidi ini sudah ada penunjukkan nya dan peruntukanya, dan HET nya juga sudah ada,” ungkapnya.

Dari tangan para tersangka, Polisi berhasil mengamankan 6 Ton lebih pupuk subsidi yang belum laku terjual.

Baca Juga :  Pangdam IM pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh.

“Barang bukti pupuk NPK 1,4 Ton, UREA 4,7 Ton, ada juga timbangan dan plastik,” ujarnya.

Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui dari mana para tersangka mendapatkan pupuk subsidi tersebut.

“Sementara ini didapat dari luar daerah, kita dalami,” tegasnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal 110 Juncto Pasal 36 Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana telah diubah dengan pasal 46 Undang-undang RI nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang Nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi Undang-undang Juncto Pasal 23 ayat (3) Permendag Nomor 04 tahun 2023 tentang pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Baca Juga :  PT PIM dan Kejaksaan Tinggi Aceh Menandatangani Nota Kesepahaman Bersama

“Ancaman paling lama 5 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Sumber: Bid Humas Polda Jabar

Share :

Baca Juga

Tni-Polri

Kodim 0101/KBA terima Sosialisasi Petunjuk dan Teknis Binwanwil dari Pusterad

News

Sekda Aceh M. Nasir Terima Bantuan dari Pulau Buru: Bukti Kuatnya Ikatan Persaudaraan

News

Turut Merasakan Kesedihan, Puluhan Abang Becak Kota Banda Aceh Sambangi Kediaman Mertua Ngoh Muchlis di Montasik

Aceh

Wagub Fadhlullah Terima Kunjungan DPSMAI Bahas Peluang Investasi Malaysia di Aceh

Daerah

Pj Gubernur Safrizal Antar Kepulangan Menbud Fadli Zon di Bandara SIM

News

Mualem Tegaskan JKA Tidak Dihapus: Hanya Evaluasi dan Penataan agar Tepat Sasaran

Tni-Polri

Wakapolda bersama Tim KKDN Setjen Wantannas Bahas Soal Rohingya

Tni-Polri

Kapok Sahli Pangdam IM Mendampingi Kegiatan Puldata Tim Pokja Bidang Polkamnas Sahli Kasad di Mapolda Aceh