Home / News / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Senin, 4 Agustus 2025 - 22:51 WIB

Mualem Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Putra-Putri Aceh ke Luar Negeri

REDAKSI - Penulis Berita

Hal ini disampaikan Mualem saat menerima Azam Falah Al-Asyi, salah satu lulusan SMAN 10 Fajar Harapan, yang akan melanjutkan pendidikan ke salah satu kampus tertua di Rusia, yakni universitas pertambangan Saint Petersburg Mining University.

Hal ini disampaikan Mualem saat menerima Azam Falah Al-Asyi, salah satu lulusan SMAN 10 Fajar Harapan, yang akan melanjutkan pendidikan ke salah satu kampus tertua di Rusia, yakni universitas pertambangan Saint Petersburg Mining University.

Banda Aceh, — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan putra-putri Aceh ke kampus-kampus unggulan di luar negeri.

Hal ini disampaikan Mualem saat menerima Azam Falah Al-Asyi, salah satu lulusan SMAN 10 Fajar Harapan, yang akan melanjutkan pendidikan ke salah satu kampus tertua di Rusia, yakni universitas pertambangan Saint Petersburg Mining University.

Mualem menegaskan, bahwa dukungan terhadap generasi muda Aceh untuk menimba ilmu di berbagai kampus unggulan dunia merupakan bagian dari program kerja yang diusung dirinya bersama Wakil Gubernur Fadhlullah untuk lima tahun ke depan.

“Pada prinsipnya, kita dukung anak-anak Aceh kuliah di kampus unggul di luar negeri. Ini bertujuan agar SDM kita di Aceh menjadi lebih terarah dan lebih profesional,” ujar Mualem.

Menurut Mualem, saat ini ada beberapa negara yang telah membuka peluang pendidikan bagi putra-putri Aceh, seperti Maroko, Rusia, Kanada, dan Hongkong. Ia menekankan pentingnya pemilihan jurusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Dandim 0108/Agara Bersama Kapolres Dampingi Wabup Tinjau Vaksinasi

“Sebisa mungkin, jurusan yang dipilih untuk kuliah di luar negeri adalah jurusan yang memiliki korelasi langsung dengan kebutuhan Aceh. Misalnya seperti kedokteran dan pertambangan ini,” jelasnya.

Mualem menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan luar negeri ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam memajukan sektor pendidikan.

Ia juga menitipkan pesan penting bagi putra-putri Aceh yang mendapat kesempatan belajar di luar negeri, agar tidak melupakan tanah kelahirannya.

“Setelah menuntut ilmu dan mendapat pengalaman kerja di luar negeri, jangan lupa pulang dan mengabdi untuk Aceh,” ungkapnya.

Program ini, tambah Mualem, diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM Aceh dan mendorong lahirnya generasi unggul yang siap membawa perubahan positif di berbagai sektor pembangunan daerah.

Baca Juga :  Gandeng Kejati, Disdik Aceh Gelar Penyuluhan Hukum

*Proses Azam Lulus Kuliah ke Rusia*

Keberhasiln Azam Falah tembus kuliah di salah satu universitas unggulan di Rusia ini diraihnya setelah melewati serangkaian proses seleksi yang ketat dan kompetitif secara nasional.

Azam menceritakan bahwa proses pertama dalam seleksi kuliah ke Rusia dimulai dari seleksi administrasi melalui jalur daring. Peserta diwajibkan mengunggah berkas-berkas ke situs resmi yang disediakan oleh pihak penyelenggara.

“Berkas-berkasnya kalau yang belum lulus SMA itu kita diwajibkan untuk mengirim berkas rapor semester 5 lima, ada surat pernyataan yang sudah tersedia, termasuk menyiapkan KTP,” ungkap Azam.

Setelah berkas diverifikasi dan dinyatakan lulus seleksi awal, peserta harus melalui tahap paling krusial, yaitu wawancara.

“Wawancara adalah tahapan yang paling menentukan karena bobotnya mencapai 80 persen dari keseluruhan penilaian,” ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kinerja Pengawai, Kalapas Tondano Pimpin Rapat Dinas Perdana

Wawancara, kata Azam, dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, dan menjadi penyaring utama dalam seleksi. Di mana, dari sekitar 3.000 peserta yang lolos seleksi berkas, hanya 250 orang yang berhasil melewati tahap wawancara.

“Banyak yang gugur di tahap ini karena tidak siap secara komunikasi. Jadi kemampuan bahasa Inggris benar-benar menjadi kunci,” tambah Azam.

Usai tahap wawancara, peserta memasuki tahap penempatan kampus. Ada enam universitas terkemuka di Rusia yang menjadi pilihan. Azam sejak awal memilih Saint Petersburg Mining University, yaitu universitas teknik pertambangan tertua di Rusia yang didirikan pada masa Ratu Catherine II.

“Dari Indonesia, yang diterima di kampus dan jurusan yang sama dengan saya hanya dua orang,” katanya.

Pencapaian Azam ini turut diapresiasi oleh Mualem, yang secara tegas mendukung terhadap program pendidikan putra-putri Aceh ke luar negeri.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Bahas Keamanan Desa, Babinsa Koramil 09 Makmur Komsos Dengan Masyarakat Binaan

Daerah

Iskandar Usman Al Farlaky Resmi Jabat Bupati Aceh Timur Masa Jabatan 2025-2030

Daerah

Lapas Tondano Kelas IIB Laksanakan Kegiatan ‘One Day, One Prison’s Product’

Daerah

Himbau Jaga Kesehatan Dan Kebersihan Lingkungan, Babinsa Posramil Peusangan Selatan Laksanakan Temu Bincang Bersama warga Binaan

News

Masih tertutup lumpur, Prajurit Yonif 115/ML bersihkan SDN 04 Kuala Simpang”

Banda Aceh

Dipimpin Zulfadhli, DPRA dan Pemerintah Aceh sepakati rancangan qanun RPJMA 2025-2029

Daerah

Gerak Cepat Disnakertransmobduk,Berikan Kegiatan Pelatihan Keterampilan Kepada 20 Orang Pencari Kerja

Daerah

Gubernur Aceh Dukung Universitas Al Muslim Buka Prodi Kedokteran