BANDA ACEH – Memasuki pertengahan Ramadan, suasana malam di Kota Banda Aceh menunjukkan kontras yang mencolok. Di sejumlah masjid, shaf shalat tarawih mulai terlihat renggang.
Sementara itu, pusat-pusat perbelanjaan justru semakin ramai oleh pengunjung yang berburu kebutuhan lebaran.
Fenomena ini menjadi sorotan dari Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, senin (1/3/2026).
Ia mengaku prihatin dengan kecenderungan sebagian masyarakat yang dinilai mulai bergeser dari semangat ibadah ke aktivitas konsumtif menjelang Idulfitri.
“Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat ibadah dan spiritualitas. Namun yang terlihat, di pertengahan bulan justru terjadi penurunan partisipasi jamaah di masjid, sementara pusat perbelanjaan semakin padat,” ujarnya
Tuanku Muhammad mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keseimbangan antara ibadah dan pemenuhan kebutuhan duniawi.
Ia mengajak seluruh umat Muslim untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas diri dan memperbanyak amalan kebaikan.
“Mari kita jadikan sisa hari di bulan Ramadan ini untuk lebih fokus beribadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Jangan sampai kita terlena dengan gemerlap duniawi dan melupakan esensi dari bulan suci ini,” pungkasnya.(**)
Editor: Redaksi




















