BANDA ACEH – Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, kini kian dilirik sebagai kawasan strategis dan potensial untuk pengembangan budidaya tiram.
Didukung kondisi geografis pesisir yang sangat mendukung, wilayah ini dinilai memiliki daya saing tinggi dan prospek ekonomi yang menjanjikan.
Kondisi perairan yang tenang, kaya nutrisi alami, serta adanya aliran sungai menjadikan lokasi ini sangat ideal untuk pertumbuhan tiram secara berkelanjutan.
Hal ini menjadikan budidaya tiram bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.
“Budidaya tiram di Alue Naga sudah terbukti mampu menopang ekonomi warga. Selain mudah dikembangkan, nilai jualnya juga cukup tinggi dan terus diminati pasar,” ujar Sekretaris Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, Hj. Efiaty Z, A.Md, Selasa (14/4/2026).
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat setempat mengembangkan budidaya ini secara tradisional namun dengan hasil produksi yang terus meningkat.
Produk tiram asal Alue Naga kini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga mulai merambah ke pangsa pasar yang lebih luas.
Menurut Efiaty, keunggulan utama kawasan ini terletak pada faktor lingkungan. Perairan yang kaya nutrisi alami membuat pertumbuhan tiram menjadi lebih optimal dan memiliki kualitas terbaik.
“Lingkungan perairan di sini sangat mendukung. Ini menjadi kekuatan utama yang tidak dimiliki semua daerah,” jelasnya.
Selain menguntungkan secara ekonomi, budidaya tiram di wilayah ini juga tergolong ramah lingkungan.
Proses pemeliharaannya tidak membutuhkan pakan tambahan maupun bahan kimia, sehingga ekosistem pesisir tetap terjaga keseimbangannya.(**)
Editor: Redaksi




















