Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. Iskandar, mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap aktor di balik pembakaran laboratorium dan pengrusakan gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) yang terjadi pada Kamis (21/5/2026).
Peristiwa ini merupakan buntut dari bentrokan antara mahasiswa Fakultas Teknik USK dan Fakultas Pertanian yang berujung pada aksi pembalasan.
Usai kejadian, Iskandar yang juga merupakan alumni Fakultas Pertanian, meninjau langsung dampak kerusakan yang terjadi. Ia mengaku sangat prihatin melihat kerusakan parah pada gedung tempatnya menimba ilmu dulu.
Kaca-kaca bertaburan di lantai, dan laboratorium yang dibakar mengalami kerusakan parah. Padahal, laboratorium tersebut merupakan tempat penting bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan penelitian.
Setidaknya terdapat tiga gedung laboratorium yang mengalami kerusakan, dan barang-barang di dalamnya juga ikut hilang.
Iskandar menjelaskan bahwa laboratorium yang dibakar merupakan tempat untuk melakukan penelitian tentang tanah dan analisa tanah, yang merupakan inti dari program Fakultas Pertanian USK.
Sebagai alumni, ia sangat menyayangkan aksi anarkis tersebut.
Dia mengisahkan, pada zamannya kuliah dulu di tahun 1980 an, juga kerap ada peristiwa bentrokan antar mahasiswa, tetapi tidak sampai berujung pada pembakaran kampus, pengrusakan dan penjarahan barang-barang milik kampus.
Menurutnya, kejadian tersebut perlu diusut tuntas apakah ada aktor intelektualnya atau ada aktor-aktor lain dibalik kejadian itu.
Iskandar merasa sedih melihat kampus tempatnya mejuntut ilmu dahulu, rusak parah. Di lokasi, dia sempat berdiskusi dengan sejumlah dosen, yang juga merasakan kesedihan atas kejadian itu.
Sejumlah dosen, bahkan tak kuasa menahan tangis melihat ruangan kuliah dan laboratorium yang terbakar.(**)
Editor: Redaksi


















