BANDA ACEH – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan membahas isu-isu strategis pembangunan serta penegakan hukum di Provinsi Aceh, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, melakukan kunjungan audiensi dengan Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar.
Pertemuan penting ini berlangsung di Pendopo Nanggroe, Banda Aceh, pada Minggu, (31/5/2026), dan menjadi agenda pembuka dalam rangkaian kunjungan kerja hari kedua Wamenko di Tanah Rencong.
Audiensi ini tidak hanya menjadi ajang memperkuat hubungan baik, tetapi juga menjadi momentum krusial untuk mendiskusikan berbagai isu strategis yang menyangkut sejarah panjang Aceh, geliat pembangunan daerah, serta penguatan kerangka hukum yang berlaku.
Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, menyambut hangat kedatangan Wamenko Kumham Imipas beserta rombongan.
Dalam pertemuan tersebut, beliau memberikan pemaparan mendalam mengenai sejarah Aceh yang kaya, asal-usul pembentukan lembaga Wali Nanggroe, serta menyoroti peran vital Aceh dalam dinamika perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Selain itu, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar juga menggarisbawahi potensi sumber daya alam Aceh yang melimpah, seraya menekankan pentingnya pengelolaan yang optimal dan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyambut baik kunjungan Bapak Wamenko Kumham Imipas ke Aceh. Pertemuan seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dengan Aceh dalam mendorong pembangunan, menjaga komunikasi, serta mengoptimalkan potensi daerah yang kami miliki,” ujar Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, menegaskan harapan akan kolaborasi yang lebih erat.(**)
Editor: Redaksi





















