BANDA ACEH – Komitmen Pemerintah Aceh dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik semakin nyata! Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) secara resmi melantik Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh beserta empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, pada Kamis (23/7/2026). Momen bersejarah ini juga dirangkai dengan pelantikan 248 Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Aceh – menjadikannya salah satu pelantikan terbesar tahun ini di lingkungan Pemerintah Aceh!
“DAYAH ADALAH RUH ACEH – HARUS MELAHIRKAN GENERASI SIAP BERSAING GLOBAL!”
Penunjukan Muhsin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh menjadi sorotan utama, mengingat dinas ini memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengembangkan jati diri serta kekayaan budaya Aceh agar tetap adaptif dengan perkembangan zaman.
Muhsin yang dikenal aktif di dunia pendidikan Islam diharapkan mampu membawa terobosan signifikan. Fokus utamanya adalah memodernisasi kurikulum dayah, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dayah, serta memperkuat sinergi antara dayah tradisional dengan sekolah formal.
“Dayah adalah ruh Aceh. Kita harus pastikan dayah tidak hanya melahirkan ulama yang saleh, tapi juga generasi muda yang siap bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar kita,” tegas Gubernur Mualem dalam sambutannya yang penuh semangat.
EMPAT PEJABAT ESELON II TERIMA AMANAH UNTUK PERKUAT SEKTOR STRATEGIS
Selain Kadis Pendidikan Dayah, Gubernur juga melantik empat pejabat eselon II yang akan menjadi motor penggerak di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh dan RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA):
1. Dr. Amrizal, S.H., LL.M. – Kepala Biro Hukum Setda Aceh
Bertugas memperkuat landasan hukum kebijakan pemerintah, memastikan setiap program berjalan sesuai aturan, dan memberikan kepastian hukum yang adil bagi seluruh masyarakat Aceh.
2. Muhammad Fadhil, S.T., M.T. – Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh
Memegang peran penting dalam merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi pembangunan di Aceh agar lebih terarah, tepat sasaran, serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat.
3. Ramzi, M.Si. – Kepala Biro Organisasi Setda Aceh
Fokus pada penataan kelembagaan, reformasi birokrasi, dan peningkatan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan memuaskan.
4. dr. M. Fuad, Sp.PD, K-HOM, FINASIM – Wakil Direktur Penunjang RSUD dr. Zainoel Abidin
Diberi amanah untuk memperkuat layanan penunjang di rumah sakit rujukan utama Aceh, demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang merata dan mudah diakses masyarakat.
248 KEPALA SEKOLAH MASSAL DILANTIK – “ANAK-ANAK ACEH ADALAH MASA DEPAN ACEH!”
Yang membuat pelantikan kali ini semakin istimewa adalah pelantikan massal 248 Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Aceh. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyegaran kepemimpinan di satuan pendidikan guna mendorong peningkatan mutu pendidikan menengah di Aceh.
Gubernur Mualem menekankan bahwa kepala sekolah memegang kunci keberhasilan dunia pendidikan. Mereka dituntut untuk menjadi pemimpin yang inovatif, berintegritas, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta berprestasi.
“Anak-anak Aceh adalah masa depan Aceh. Karena itu, kepemimpinan di setiap sekolah harus kuat, punya visi yang jelas, dan dekat dengan guru, siswa, serta orang tua murid,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
5 PESAN UTAMA: INILAH HARAPAN PEMERINTAH ACEH
Pelantikan serentak ini menyampaikan lima pesan strategis dari Pemerintah Aceh kepada seluruh masyarakat:
1. Pendidikan Dayah Dikuatkan
Menjadikan dayah sebagai lembaga pendidikan unggul yang melestarikan nilai Islam sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing.
2. Tata Hukum yang Kuat dan Berkeadilan
Melalui Biro Hukum, memastikan tidak ada kebijakan yang bertentangan dengan Qanun dan peraturan perundang-undangan, serta menjamin keadilan bagi semua lapisan masyarakat.
3. Pembangunan Terencana dan Terarah
Mengawal agar setiap proyek pembangunan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh.
4. Birokrasi Profesional dan Pelayanan Prima
Mendorong reformasi birokrasi, penyederhanaan prosedur, dan budaya kerja ASN yang fokus pada pelayanan masyarakat.
5. Pelayanan Kesehatan Berkualitas untuk Semua
Dengan penguatan manajemen di RSUDZA, masyarakat Aceh diharapkan mendapat akses layanan kesehatan spesialistik yang lebih baik dan terjangkau.
MASYARAKAT MENYAMBUT POSITIF, PEMERINTAH SIAP EVALUASI BERKALA
Masyarakat Aceh menyambut baik langkah Gubernur Mualem ini. Pelantikan pejabat yang tepat sasaran dan penyegaran kepala sekolah diharapkan mampu mempercepat laju pembangunan Aceh, terutama di bidang pendidikan dan pelayanan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Pemerintah Aceh juga berkomitmen akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja para pejabat yang baru dilantik. Jika target tidak tercapai, akan dilakukan evaluasi mendalam dan pembinaan lebih lanjut untuk memastikan setiap amanah dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Acara pelantikan ditutup dengan prosesi pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, dan sesi foto bersama. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, para kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), serta ratusan undangan dari berbagai elemen masyarakat Aceh.(**)
Editor: Redaksi






















