BANDA ACEH — Semangat kebangkitan pendidikan serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi pesan utama yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP., saat bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera di SMA Negeri 7 Banda Aceh, Senin (14/9/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh dewan guru serta siswa-siswi sekolah tersebut, berlangsung khidmat dan penuh semangat.
Upacara ini menjadi momentum istimewa untuk menanamkan semangat belajar yang tinggi, memperkokoh karakter, serta mempersiapkan generasi muda Aceh agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
Dalam amanatnya, Murthalamuddin mengawali dengan mengingatkan seluruh warga sekolah akan pentingnya menuntut ilmu sebagaimana ditekankan dalam ajaran agama. Ia mengajak para siswa untuk senantiasa membuka pikiran, belajar dengan sungguh-sungguh, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menjadikan kedisiplinan sebagai landasan dalam setiap langkah kehidupan.
“Tuntutlah ilmu dengan cara-cara yang sebaik-baiknya,” pesannya tegas.
Kadisdik Aceh menegaskan bahwa SMA Negeri 7 Banda Aceh dipanggil untuk menjadi salah satu tonggak utama kebangkitan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan teknologi di tanah Aceh. Sekolah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam karakter — generasi yang kelak turut mengantarkan Aceh kembali jaya dan bermartabat sebagaimana kejayaan masa lalu.
“SMA 7 harus menjadi tonggak bangkitnya ilmu, pendidikan, dan teknologi yang membangkitkan wajah pendidikan di Aceh. Semoga dari sini lahir generasi yang membawa Aceh lebih bermartabat dan jaya kembali seperti dulu,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kemajuan pendidikan tak cukup hanya dengan kecerdasan akademik. Diperlukan kepercayaan diri yang kuat, kedisiplinan yang teguh, karakter yang luhur, serta kemauan tak henti untuk terus belajar dan mengembangkan diri sepanjang hayat. Itulah bekal sejati yang akan menjadikan mereka pemimpin dan pembangun masa depan yang handal.
Usai upacara, Kadisdik Aceh didampingi Koordinator Pengawas (Korwas) SMA, Kepala Sekolah, serta para dewan guru melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi simbol penghijauan, pelestarian alam, sekaligus pembangunan lingkungan sekolah yang asri, sehat, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. (**)
Editor: Redaksi
























