Home / Aceh / Nasional / News / Pemerintah Aceh

Selasa, 7 Oktober 2025 - 22:39 WIB

Gubernur Aceh Tegaskan Penolakan atas Kebijakan Pusat Potong Dana Transfer ke Daerah

REDAKSI - Penulis Berita

Gubernur usai menghadiri pertemuan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (07/10/2025).

Gubernur usai menghadiri pertemuan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (07/10/2025).

Jakarta – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, menegaskan bahwa Pemerintah Aceh menolak rencana pusat yang akan melakukan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) atas Aceh dan juga provinsi lain.

Hal ini disampaikan Gubernur usai menghadiri pertemuan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (07/10/2025).

“Semuanya kami mengusulkan supaya tidak dipotong. Anggaran kita tidak dipotong. Karena itu beban semua di provinsi kami masing-masing,” ungkap Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Baca Juga :  Babinsa Posramil Peusangan Siblah Krueng Himbau Warga untuk Jaga Keamanan

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Muzakir Manaf menyampaikan bahwa kebijakan pemotongan dana transfer akan berdampak serius terhadap stabilitas fiskal daerah dan pelaksanaan program prioritas di Aceh.

Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Aceh, alokasi transfer ke daerah tahun 2025 untuk Aceh mengalami pemangkasan sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara beberapa daerah lain bahkan mencapai 30–35%.

Gubernur Muzakir Manaf menilai bahwa kebijakan pemotongan tersebut tidak sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan dan penguatan otonomi daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Baca Juga :  Serka Ilham Maulidi Hadiri Acara Rapat Turun Sawah Di Desa Binaan

“Pemotongan anggaran tentu akan berimbas pada program prioritas seperti pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.

Kami berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini dengan melihat kondisi riil di daerah,” ujar Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf.

Mualem juga menekankan bahwa Pemerintah Aceh tetap berkomitmen untuk menjaga tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan efisien.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Terima Penghargaan dari Menteri Desa PDTT RI

Ia berharap adanya dialog terbuka antara pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah agar solusi yang diambil tidak menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami siap berdiskusi dan memberikan data kinerja keuangan Aceh secara terbuka. Namun, pemotongan bukanlah solusi. Daerah justru perlu diperkuat, bukan dilemahkan,” tegas Muzakir Manaf.

Dalam pertemuan itu, Mualem turut didampingi Kepala Badan Keuangan Aceh (BPKA), Reza Saputra dan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Said Marzuki.(*)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Al-Farlaky Tinjau dan Rencanakan Pembangunan Jembatan Naleung

Aceh

Murthalamuddin: Gubernur Aceh Imbau Masyarakat Kuatkan Batin dan Solidaritas Lewat Doa

Advertorial

Wanita Persatuan Pemnangunan ( WPP ) Aceh ikut andil memeriahkan Harlah WPP yang ke 37 tahun & hari kemerdekaan RI 80 tahun

Nasional

Jaksa Agung Intruksikan Jajaran Awasi Barang Impor

Pemerintah Aceh

Biro Adpim Klarifikasi Nomor Kontak Atas Nama Istri Pj Gubernur Aceh, Dipastikan Palsu

Pemerintah Aceh

Setda Aceh Hadiri 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026

Pemerintah Aceh

Asisten II Ingatkan Jajaran Perkim Fokus Percepat Pembangunan Venue PON XXI

Daerah

PT PIM Terima Penghargaan Puja TV Award 2022