JAKARTA — Perjuangan pembentukan Kabupaten Aceh Raya memasuki babak yang semakin serius. Dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan DPRK Aceh Besar ditegaskan melalui kehadiran langsung Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dan Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti bersama Panitia Persiapan CDOB Aceh Raya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) FORKONAS PP DOB se-Indonesia di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Kehadiran kedua pimpinan daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa perjuangan Aceh Raya tidak lagi sekadar aspirasi masyarakat, melainkan telah memperoleh dukungan serius dari pemerintah dan legislatif daerah. Rapimnas yang diikuti sekitar 300 perwakilan CDOB dari seluruh Indonesia menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan pembentukan daerah otonomi baru yang selama ini terkendala kebijakan moratorium.
Energi Baru bagi Perjuangan yang Sudah Berlangsung Sejak 1999
Ketua Panitia Persiapan CDOB Aceh Raya, Abdurrahman Ahmad, menyatakan kehadiran Bupati dan Ketua DPRK Aceh Besar memberikan energi baru bagi perjuangan yang telah berlangsung sejak 1999.
“Kehadiran Bupati dan Ketua DPRK Aceh Besar di Rapimnas ini menunjukkan bahwa perjuangan Aceh Raya mendapat dukungan yang semakin kuat. Ini bukan lagi perjuangan segelintir orang, tetapi telah menjadi agenda bersama yang harus kita kawal sampai Kabupaten Aceh Raya benar-benar terbentuk,” ujar Abdurrahman.
Tujuh Kecamatan Akan Menjadi Wilayah Aceh Raya
Kabupaten Aceh Raya diusulkan mencakup tujuh kecamatan: Lhoong, Leupung, Lhoknga, Peukan Bada, Pulo Aceh, Darul Imarah, dan Darul Kamal. Bupati Aceh Besar menilai pemekaran ini memiliki dasar yang kuat untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat mengingat luasnya wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Diharapkan dengan terbentuknya Kabupaten Aceh Raya, pelayanan pemerintahan menjadi lebih dekat dan cepat, pemerataan pembangunan meningkat, serta potensi ekonomi wilayah dapat berkembang lebih optimal.
Siap Menyambut Keterbukaan Kebijakan Nasional
Abdurrahman Ahmad menambahkan seluruh elemen pendukung Aceh Raya harus terus memperkuat konsolidasi dan kesiapan. Ketika kebijakan nasional membuka ruang pembentukan DOB, masyarakat Aceh Raya harus sudah siap.
“Kami melihat ada momentum yang semakin terbuka. Karena itu, seluruh elemen Aceh Raya harus mempersiapkan diri. Ketika kebijakan nasional membuka ruang pembentukan DOB, kita harus sudah dalam kondisi siap,” katanya.(**)
Editor: Redaksi























