BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh untuk mematangkan persiapan Muzakarah Internasional Tauhid Sufi ke-II, Kamis (1/10/2026).
Rapat yang berlangsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh tersebut dihadiri unsur Forkopimda, mulai dari TNI-Polri, Kejaksaan, DPRK, hingga jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) di lingkungan Pemko Banda Aceh.
Muzakarah Internasional yang digagas Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) itu dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Kota Banda Aceh. Kegiatan yang mengusung tema “Mengangkat Ajaran Sufi untuk Persatuan dan Perdamaian Ummat” ini diperkirakan akan dihadiri 20.000 hingga 30.000 peserta dari dalam dan luar negeri.
Sejumlah lokasi telah disiapkan untuk rangkaian kegiatan, yakni Lapangan Blang Padang untuk pembukaan, tabligh akbar, zikir akbar dan doa untuk negeri, serta Balai Meuseuraya Aceh (BMA) untuk sidang muzakarah ulama dan Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh sebagai lokasi pendukung.
Wali Kota Illiza menekankan pentingnya kesiapan lintas sektor agar agenda internasional tersebut berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kita harus memastikan seluruh unsur bergerak dan berkoordinasi dengan baik, sehingga setiap kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan masyarakat tetap merasa nyaman,” ujar Illiza.
Pemko bersama Forkopimda menyepakati persiapan menyeluruh yang meliputi aspek keamanan, pengaturan lalu lintas, layanan kesehatan, kebersihan, hingga akomodasi peserta.
Selain membahas Muzakarah, rapat juga menyoroti sejumlah isu strategis lainnya terkait keamanan dan ketertiban kota serta pelayanan kepada masyarakat.
Editor: Redaksi























