BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melepas peserta QRIS Funwalk dalam rangkaian kegiatan Meuseuraya Festival 2026 yang berlangsung di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan festival yang menggabungkan olahraga, promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengenalan sistem pembayaran digital kepada masyarakat.
Suasana pelepasan berlangsung meriah. Para peserta terlihat berkumpul mengenakan kaus berwarna biru, sementara Wali Kota Illiza mengibarkan bendera bermotif kotak-kotak sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Meuseuraya Festival 2026 diselenggarakan pada Minggu (25/10/2026), di Balee Meuseuraya Aceh. Festival ini merupakan kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Pemerintah Aceh, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh.
Mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu: Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”, festival tersebut menjadi wadah promosi produk lokal, pengembangan UMKM, serta pelestarian warisan budaya daerah.
Selain kegiatan QRIS Funwalk, festival ini menghadirkan pameran produk UMKM, mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kerajinan. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Penggunaan QRIS juga menjadi bagian penting dalam mendorong digitalisasi transaksi di kalangan pelaku usaha. Sistem pembayaran nontunai ini memungkinkan konsumen melakukan pembayaran secara praktis, sedangkan pedagang dapat memanfaatkan transaksi digital untuk mendukung pencatatan usaha.
Bagi Pemerintah Kota Banda Aceh, kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM menjadi salah satu ruang untuk memperkuat aktivitas ekonomi lokal sekaligus mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga bersama.
Meuseuraya Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, perajin, dan masyarakat Aceh secara luas.
Keberhasilan kegiatan semacam ini pada akhirnya perlu dilihat dari dampaknya terhadap peningkatan penjualan UMKM, perluasan akses pasar, serta semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.(**)
Editor: Redaksi























