Home / Banda Aceh / News / Parlementarial

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:42 WIB

ANGGOTA DPRK TEUKU ARIEF: “JANGAN MEMANGKAS DANA OPERASIONAL SATPOL PP/WH UNTUK PENEGAKAN SYARIAT!”

REDAKSI - Penulis Berita

Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah

Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah

BANDA ACEH – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah, mengeluarkan suara tegas meminta Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal untuk segera mengembalikan dana operasional yang diperuntukkan bagi petugas lapangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) – setelah anggaran tersebut tiba-tiba tidak terplot di Tahun Anggaran 2026.

Padahal, pada tahun sebelumnya (2025), dana tersebut masih dialokasikan dengan baik dan menjadi sandaran penting bagi ribuan petugas yang berjibaku menjaga ketertiban serta menegakkan syariat Islam di ibu kota Provinsi Aceh.

“MASA IYA KITA MINTA PETUGAS BEKERJA SAMPAI DINI HARI, TAPI HAKNYA DIPOTONG?!”

Baca Juga :  Camat Susoh Kunjungi Nenek 70 Tahun Yang Hidup Sebatang Kara di Desa Padang Baru

“Pada laporan pertanggungjawaban tahun 2025 anggaran tersebut masih ada, namun pada tahun 2026 ini sudah tidak terplot sama sekali. Saya meminta agar dana tersebut segera dikembalikan karena penegakan syariat merupakan prioritas utama Kota Banda Aceh,” tegas politisi Partai Gerindra ini dalam rapat dengan pihak pemkot, Kamis (23/7/2026).

Arief menyoroti kondisi yang tak adil ini, di mana petugas harus bekerja ekstra keras namun hak mereka tidak terjamin. “Mereka bahkan terkadang melebihi jam kerja, tapi bagaimana kalau dana operasionalnya tidak ada? Ini bukan hal yang bisa kita biarkan,” tambahnya.

ALASAN ADMINISTRATIF TIDAK BOLEH MENJADI ALASAN

Menurut Arief, Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) menyampaikan bahwa pengalokasian dana tersebut memerlukan persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Namun, ia menilai bahwa persoalan administratif semacam ini seharusnya dapat diselesaikan jauh-jauh hari.

Baca Juga :  Kafilah Aceh Besar 100 Persen Siap Ikuti MTQ XXXVII di Pidie Jaya

“Aceh adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang menerapkan syariat Islam – ini bukan hal biasa! Jadi pengaturannya harus punya kekhususan. Pemko harus berjuang untuk itu, jangan sampai masalah administrasi justru menyakiti petugas yang bekerja keras di lapangan,” ucapnya dengan penuh semangat.

PETUGAS BERJIBAKU SAMPAI SUBUH, BEBAN KERJA MELEBIHI NORMAL!

Arief mengungkapkan bahwa beban kerja petugas Satpol PP/WH tidak bisa dianggap remeh. Mereka harus berjaga dari pagi hingga malam, bahkan sampai dini hari – meski menggunakan sistem shift, namun waktu kerja mereka tetap melampaui standar normal.

Baca Juga :  DPRA Teken Berita Acara Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Hasil Pemeriksaan BPK RI

“Dapat dibayangkan, mereka masuk kerja pagi, lalu berdinas hingga tengah malam bahkan subuh. Kita mengharapkan mereka profesional, berdedikasi tinggi, dan fokus dalam setiap penertiban. Tapi bagaimana kalau hak mereka sebagai pekerja justru dipotong begitu saja? Saya sama sekali tidak sepakat dengan hal ini!” tandasnya dengan tegas.

Kini, harapan besar tertuju pada Pemko Banda Aceh untuk segera mencari solusi agar dana operasional tersebut dapat kembali dialokasikan, sehingga petugas Satpol PP/WH dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang dan hak mereka sebagai aparatur yang bekerja keras dapat terjamin.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Bunda PAUD Provinsi Aceh Raih Penghargaan Nasional “Bunda PAUD Peduli PAUD 2025

News

Barsela Cup I : RAS Kuta Tinggi Melaju ke Semifinal

Banda Aceh

Jawaban Gubernur Aceh atas Pendapat Banggar DPRA: Realisasi Pendapatan Capai 101,18%

News

BPSDM Aceh Sosialisasi Beasiswa Kaltim untuk Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi

News

KAGAMA Bangun 26 Huntara di Aceh Tamiang, Sekda Aceh Turun Langsung

Hukrim

Penyidik Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan Negeri Aceh Besar

Daerah

FPMPA Desak Gubernur Copot Jabatan Kadis Pemuda dan Olahraga Aceh

Aceh

Gubernur Aceh “Mualem” Terima Kunjungan dan Laporan Bantuan dari Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI)