BANDA ACEH – Badan Baitul Mal Aceh (BMA) mengeluarkan klarifikasi resmi terkait adanya kejanggalan dalam penyaluran bantuan modal usaha individu. Klarifikasi disampaikan langsung oleh Ketua BMA Tgk. H. M. Yunus M. Yusuf, S.H., didampingi Kepala Sekretariat BMA Dr. Muhammad Ikhsan Ahyat, S.STP., M.A.P., dan anggota Fahmi, pada Senin (27/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Tgk. H.M. Yunus mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap peran media massa – baik cetak maupun daring – yang telah lebih dulu mengungkap temuan kejanggalan tersebut ke publik.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada kawan-kawan di media yang telah menemukan beberapa kejanggalan terkait bantuan individu. Namun hal itu tidak mengurangi apresiasi kita terhadap informasi yang diberikan, karena ini menjadi masukan berharga bagi kami untuk memperbaiki sistem pengelolaan yang ada,” ujar Tgk. H.M. Yunus.
Menurutnya, saat ini Baitulmal Aceh tengah melakukan investigasi mendalam untuk menelusuri sumber masalah. Pihaknya ingin memastikan apakah kejanggalan itu terjadi di tingkat internal lembaga atau berasal dari agen-agen yang bekerja di lapangan.
“Kami sedang investigasi apakah yang bermain itu memang pihak yang seharusnya terlibat ataukah agen-agen di bawahnya yang menjadi penyebab masalah ini. Terima kasih kepada media, dengan adanya informasi ini kami bisa melakukan investigasi dan evaluasi secara menyeluruh,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Baitulmal Aceh juga menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh agen, termasuk driver dan pihak lain yang terlibat dalam penyaluran, untuk mengembalikan dana modal usaha yang merupakan hak masyarakat fakir miskin.
Tgk. H.M. Yunus menegaskan, Baitulmal Aceh berkomitmen untuk membuka seluruh fakta terkait kondisi masyarakat fakir miskin, serta transparansi dalam pengelolaan zakat dan infak masyarakat Aceh ke depan.(**)
Editor: Redaksi























